Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan, IHSG dan Rupiah Menguat Tajam

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Selasa (9/6/2026), IHSG ditutup menguat 7,57% di level 5.746,648.lensamedan-ist

LensaMedan - Bank Indonesia pada perdagangan hari ini menaikkan besaran bunga acuan menjadi 5,5%.

Langkah Bank Indonesia tersebut pada dasarnya sudah terbaca pelaku pasar, dimana BI akan menaikkan bunga acuan guna menahan pelemahan Rupiah.

Dan terbukti IHSG pada penutupan perdagangan hari ini menguat 7,57% di level 5.746,648, sementara Rupiah ditutup menguat tajam di level 18.050 per Dolar AS.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, BI telah mengambil respon moneter dengan menaikkan bunga acuannya.

Dampaknya sangat terasa pada pasar keuangan sejauh ini, dimana pasar merespon positif langkah yang diambil BI tersebut.

"Meski demikian saya menilai pasar belum sepenuhnya aman dari potensi tekanan di masa mendatang. Beberapa resiko besar masih mengintai khususnya dampak dari eskalasi perang yang kian memanas belakangan ini," ujar Gunawan Benjamin, di Medan, Selasa (9/8/2026).

Gunawan menyebut, pelaku pasar akan tetap fokus pada kebijakan fiskal pemerintah yang akan menjadi penentu arah IHSG maupun mata uang Rupiah kedepan.

Karena kebijakan BI menjadi tidak memberikan dampak manakala Bank Sentral lain khususnya The Fed juga mengambil langkah serupa, yakni menaikkan bunga acuannya.

Penguatan IHSG dan Rupiah pada perdagangan hari ini jangan sepenuhnya dijadikan model bahwa untuk menyelamatkan Rupiah dan IHSG maka BI bisa menaikkan suku bunga lagi.

Pendapat seperti itu keliru, karena yang perlu dipastikan adalah fiskal kita mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terlebih bisa menekan impor sehingga Rupiah tidak mengalami pelemahan hebat yang bisa memicu krisis yang lebih luas.

"Penguatan IHSG dan Rupiah hari ini harus didukung dengan kebijakan fiskal yang hati-hati kedepan agar tidak menimbulkan gejolak baru di pasar keuangan," sebut Gunawan.

Selain IHSG dan Rupiah serta fiskal, pasar obligasi juga akan menjadi fokus perhatian pasar di bulan Juni ini.

Keberhasilan pemerintah dalam menyerap likuiditas valas lewat surat berharga juga berpeluang menciptakan peluang bagi kinerja Rupiah yang lebih terkendali.

Karena selama tensi geopolitik masih berkecamuk, maka potensi tekanan besar di sektor keuangan berpeluang berlanjut.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan relative stabil di level US$4.330 per osn troy, atau masih dikisaran Rp2,52 juta per gram.

Tekanan pada harga emas domestik masih didominasi oleh pelemahan Dolar AS pada sesi perdagangan hari ini. (juli simanjuntak)

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Bank Indonesia Naikkan Bunga Acuan, IHSG dan Rupiah Menguat Tajam"

Posting Komentar

Antisipasi Flu Burung, Pemprov Sumut Perkuat Tim Gerak Cepat dan Kolaborasi One Health

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatra Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, M...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel