Awal Pekan: Rupiah Ditransaksikan Menguat, IHSG Melemah
Uang kertas Rupiah. Di awal perdagangan Senin (29/6/2026), Rupiah ditransaksikan menguat terhadap Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan - Iran dan AS belum sepenuhnya berdamai meski ebelumnya sudah meneken perjanjian perdamaian.
Aksi jual beli serangan kembali terjadi antara kedua belah pihak, yang mengakibatkan pasar komoditas dunia bergerak sangat volatile di akhir pekan kemarin.
Walapun perang kembali berkecamuk, namun aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz sudah mengalami pemulihan dibandingkan sebelum kedua negara ini berdamai.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, di awal pekan ini, mata uang Rupiah ditransaksikan menguat di level 17.875 per Dolar AS sejalan dengan melemahnya USD Index ke level 101,3.
Posisi USD Index ini terpantau lebih rendah dibandingkan sesi perdagangan hari jumat pekan lalu.
Sementara imbal hasil US Treasury 10 Tahun juga terpantau bergerak melemah dibandingkan dengan posisi pada perdagangan hari jumat pekan lalu.
Sementara itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan sesi pembukaan perdagangan awal pekan menguat ke level 5.932.
Namun sejauh ini IHSG kerap berbalik arah dan diperdagangkan di zona merah.
IHSG berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang 5.800 hingga 5.970 selama sesi perdagangan berlangsung.
IHSG sendiri masih dibayangi koreksi mayoritas bursa saham di Asia yang berpeluang memicu koreksi yang sama pada IHSG.
"Pasar keuangan tidak akan banyak dipengaruhi oleh sentimen data ekonomi, karena minimnya data ekonomi yang akan dirilis pada awal pekan ini," ujar Gunawan di Medan, Senin (29/6/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan lebih tinggi dibandingkan akhir pekan lalu dikisaran US$4.060 per ons troy, atau sekitar Rp2,34 juta per gram. Harga emas dunia diproyeksikan masih akan stabil di awal pekan ini. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Awal Pekan: Rupiah Ditransaksikan Menguat, IHSG Melemah "
Posting Komentar