Sofyan Tan Uraikan Makna 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Secara Runut dan Praktis
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Bharlind School, Jalan Djamin Ginting, Selasa (26/5/2026).lensamedan-istLensaMedan – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Bharlind School, Jalan Djamin Ginting, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 orangtua siswa yang tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga selesai.
Dalam kegiatan itu, Sofyan Tan menjelaskan secara runut dan utuh mengenai Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menekankan bahwa keempat pilar tersebut harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan dan keutuhan bangsa tetap terjaga.
Menurut Sofyan Tan, Empat Pilar Kebangsaan dapat diibaratkan seperti sebuah bangunan tinggi yang kokoh. Pancasila disebut sebagai fondasi dasar yang menjadi penyangga utama bangsa Indonesia. UUD 1945 diibaratkan sebagai tiang dan dinding bangunan yang memberikan kekuatan dan aturan dalam kehidupan bernegara.
Sementara NKRI merupakan atap yang melindungi seluruh rakyat Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi isi di dalam bangunan tersebut yang menggambarkan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan.
“Kalau fondasi sebuah bangunan rapuh, maka bangunan itu akan mudah roboh. Begitu juga bangsa Indonesia. Karena itu nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sofyan Tan di hadapan peserta.
Legislator dari Dapil Sumut 1 itu kemudian menjelaskan satu per satu makna sila dalam Pancasila secara implementatif. Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Sofyan Tan mengajak masyarakat untuk saling menghormati antarumat beragama dan menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Untuk sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta tidak membedakan orang berdasarkan suku, agama, maupun latar belakang sosial.
Pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, Sofyan Tan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa. Ia menilai persatuan menjadi modal utama Indonesia sebagai negara besar dengan keberagaman yang dimiliki.
Sementara sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menurutnya mengajarkan budaya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, disebutnya sebagai cita-cita bersama agar seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang adil dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan kesejahteraan.
Sofyan Tan juga mengingatkan para orangtua agar menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan karakter dan penguatan nilai toleransi sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang menghargai keberagaman serta memiliki semangat persatuan.
Pengurus Yayasan Pendidikan Nasional Bharlind, Roslinda Ginting, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sofyan Tan atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan kepada dunia pendidikan, khususnya Bharlind School.
Roslinda menyebut kehadiran Sofyan Tan melalui kegiatan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting bagi para orangtua siswa mengenai nilai-nilai kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat aktif menyimak materi yang disampaikan serta beberapa kali memberikan tanggapan dan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.(*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sofyan Tan Uraikan Makna 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Secara Runut dan Praktis"
Posting Komentar