Indonesia–Qatar Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Keislaman dan Pendidikan Islam
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima Audiensi dari Dubes Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta. Senin, (25/5/2026).lensamedan-kemenag.go.idLensaMedan - Indonesia dan Qatar menjajaki kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Islam, pendidikan imam dan muazin, pertukaran delegasi keagamaan, hingga peluang kolaborasi di Ibu Kota Negara (IKN).
Hal ini dibahas bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, saat bertemu dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta. Senin, (25/5/2026).
Menag memperkenalkan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta sebagai salah satu pusat kaderisasi imam dan muazin di Indonesia. Menurutnya, PTIQ selama ini telah melahirkan banyak imam dan muazin yang dikenal luas di tingkat nasional.
“Kita memiliki universitas di Jakarta, PTIQ, dengan konsentrasi khusus untuk imam dan muazin. Banyak imam dan muazin terkenal berasal dari universitas kami,” ujarnya.
Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menyambut positif tawaran tersebut dan membuka peluang komunikasi lanjutan untuk membangun kolaborasi konkret bidang keagamaan antara Indonesia dan Qatar.
Ia juga menyampaikan komitmen Qatar untuk terus mempererat hubungan dengan Indonesia, termasuk melalui kerja sama kelembagaan dan pertukaran SDM keagamaan.
Selain pengembangan SDM Islam, dibahas juga peluang keterlibatan Qatar dalam pengembangan kawasan IKN. Menag menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan ibu kota baru yang terbuka bagi kolaborasi internasional, termasuk pada sektor keagamaan dan peradaban Islam.
“Kita akan berpindah ke ibu kota baru di IKN. Tempatnya sangat indah dan tempatnya sangat baik,” tambah Menag.
Pertemuan berlangsung hangat dan sarat pesan diplomasi. Kedua pihak turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dunia Islam di tengah dinamika geopolitik global. Mereka berharap situasi konflik di kawasan Timur Tengah segera mereda demi terciptanya perdamaian dan penguatan kerja sama antarnegara Muslim.
“Insya Allah tidak ada perang dan semuanya akan semakin baik,” ujar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membuka ruang komunikasi lebih lanjut untuk menyiapkan kemungkinan pertemuan bilateral dan kolaborasi konkret setelah musim haji 2026.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Qatar tidak hanya pada aspek diplomatik, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pendidikan, dakwah, dan SDM keagamaan Islam yang lebih terhubung secara global. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Indonesia–Qatar Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Keislaman dan Pendidikan Islam"
Posting Komentar