April 2026, Sumatra Utara Catatkan Inflasi Y on Y Sebesar 2,92%
LensaMedan – Provinsi Sumatra Utara pada bulan April 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 2, 92% year on year (y-on-y). Sementara secara month to month (m-to-m), Sumatra Utara mengalami inflasi sebesar 0,44% dan secara tahun kalender atau year to date, tercatat inflasi sebesar 0,22%.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, Asim Saputra, mengatakan, inflasi y-on-y di bulan April dipicu oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,61%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 10,68%.
“Selain itu, kelompok transportasi, pendidikan, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi,” ujar Asim saat memaparkan Berita Resmi Statistik, Senin (4/5/2026).
Sejumlah komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan dengan andil terbesar sebesar 0,59%, diikuti daging ayam ras (0,29%), beras (0,28%), serta ikan dencis (0,21%).
Kenaikan harga juga terjadi pada tomat, angkutan udara, berbagai jenis ikan, telur ayam ras, hingga minyak goreng.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi, seperti cabai merah sebesar 0,69%, bawang putih 0,13%, serta bawang merah dan kentang masing-masing sebesar 0,09%.
Untuk inflasi bulanan, komoditas yang dominan memberikan sumbangan antara lain angkutan udara (0,13%), bawang merah (0,08%), tomat (0,07%), serta jeruk dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,05%.
Lebih lanjut, Asim menyebutkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,29%, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,67%.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, inflasi April 2026 ini lebih rendah dibandingkan April 2024 yang sebesar 3,96%, namun lebih tinggi dari April 2025 yang sebesar 2,09%,” terangnya.
Badan Pusat Statistik Sumatra Utara juga mencatat seluruh kabupaten/kota IHK di Sumatra Utara mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 4,66% dengan IHK 114,53, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 1,92% dengan IHK 111,20. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "April 2026, Sumatra Utara Catatkan Inflasi Y on Y Sebesar 2,92%"
Posting Komentar