Rupiah dan IHSG Melemah Ditengah Kabar Defisit, Harga Emas Lampaui US$4.700 Per Ons
Seorang pedagang menunjukkan kepingan logam mulia. Pada perdagangan Senin (6/4/2026), harga emas kembali membukukan kenaikan di atas US$4.700 per ons troy.lensamedan-istLensaMedan - Harga emas kembali membukukan kenaikan di atas US$4.700 per ons troy pada perdagangan Senin (6/4/2026), meski perdagangan di awal pekan minim sentimen.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar saat ini bertaruh pada kemungkinan terjadinya kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran.
Sejauh ini pelaku pasar mengharapkan adanya gencatan senjata selama 45 hari kedepan, dimana Iran, AS serta sejumlah negara yang menjadi mediator dikabarkan tengah membahas kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang antara kedua belah pihak.
Kabar ini sontak menjadi kabar baik yang mendongkrak kenaikan harga emas ke level US$4.702 per ons troy.
Namun sayangnya spekulasi tersebut tidak lantas membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik ke zona hijau. IHSG tetap berada di zona merah dengan ditutup melemah 0,53% ke level 6.989,426.
“IHSG terseret arus pelemahan sejumlah bursa di Asia seiring dengan memburuknya sejumlah bursa saham di Asia,” ujar Gunawan di Medan.
Di sisi lain, IHSG juga mengalami tekanan seiring dengan memburuknya kinerja mata uang Rupiah yang ditutup melemah di level 17.030 per Dolar AS.
Rupiah selama tahun 2026 ini disebutkan Gunawaan telah beberapa kali mampu menahan tekanan dan berkonsolidasi dikisaran 17.000.
“Tekanan yang dialami Rupiah pada perdagangan awal pekan ini tidak terlepas dari tekanan eksternal eskalasi perang yang tidak kunjung reda, ditambah dengan sentimen negatif dari membengkaknya defisit APBN sebesar Rp240 Triliun per April kemarin,” tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah dan IHSG Melemah Ditengah Kabar Defisit, Harga Emas Lampaui US$4.700 Per Ons"
Posting Komentar