Masa Tenggat Ancaman AS ke Iran akan Berakhir, Pasar Keuangan hingga Emas Relatif Stabil
Uang kertas Rupiah.Pada sesi pagi perdagangan Selasa (7/4/2026), Rupiah masih mengalami tekanan dari Dolar AS dengan ditransaksikan di atas level 17 ribu per dolar.lensamedan-istNamun penguatan pasar saham di Asia sejauh ini dinilai Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, belum memberikan garansi bahwa pasar akan membentuk tren naik dalam jangka pendek.
Pasar masih berpeluang bergerak volatile seiring dengan sisa tenggat waktu yang diberikan AS, agar Iran membuka kembali Selat Hormuz. Pelaku pasar tetap dalam posisi waspada mengantisipasi kemungkinan memburuknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah baik jenis Brent dan WTI sejauh ini juga masih bertahan dikisaran harga US$110 dan US$114 per barelnya.
Sementara itu mata uang Rupiah masih bertahan di atas level 17 ribu per Dolar AS, berada dikisaran harga 17.040 per Dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Kinerja Rupiah sangat dipengaruhi oleh tensi geopolitik, dan Dolar AS juga dalam posisi menguat seiring dengan penguatan USD Index ke level 100.06. Potensi lonjakan inflasi tinggi berpeluang terjadi ketika harga minyak mentah mengalami kenaikan seperti saat ini.
“Kebijakan Bank Sentral akan cenderung hawkish ditengah memburuknya sentimen pasar,” ujar Gunawan.
Terpisah harga emas dunia masih cukup stabil dikisaran US$4.644 per ons troy. Harga emas dunia masih bertahan ditengah kemungkinan terjadinya kenaikan lanjutan harga minyak mentah dunia.
Gunawan menilai, jika AS benar-benar merealisasikan ancamannya terhadap Iran yang akan menyerang infrastruktur energi dan jembatan, maka harga minyak mentah berpeluang kembali mengalami kenaikan dan bisa memicu tekanan lanjutan pada pasar keuangan global.
“Yang berarti baik IHSG dan rupiah masih berpeluang mengalami tekanan lanjutan,” katanya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Masa Tenggat Ancaman AS ke Iran akan Berakhir, Pasar Keuangan hingga Emas Relatif Stabil"
Posting Komentar