Kemendikdasmen Ajak Tanoto Foundation Berkolaborasi Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati (kiri), bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, saat  melakukan Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional di Jakarta.lensamedan-ist

LensaMedan - Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah memperluas akses pendidikan dan memperkuat upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, memastikan seluruh anak menguasai keterampilan dasar, terutama literasi dan numerasi, masih menjadi tantangan yang perlu terus diatasi. 

Tanpa keterampilan esensial ini, anak-anak akan menghadapi hambatan dalam mengakses pengetahuan yang lebih kompleks, dan kemajuan di berbagai mata pelajaran lainnya menjadi semakin sulit dicapai. 

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi membaca dan matematika dari sebagian besar siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD.

Hanya 25% siswa yang berada diatas rata-rata skor literasi membaca, dan 18% yang diatas rata-rata skor matematika. Angka-angka ini mencerminkan urgensi dibutuhkannya intervensi sejak awal untuk meningkatkan literasi dan numerasi. 

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi melakukan Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional dengan Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF, serta 6 kota/kabupaten mitra program peningkatan tersebut. 

Kota/kabupaten tersebut berlokasi di 4 provinsi, yaitu Kota Medan dan Kota Pematangsiantar (Sumatra Utara), Kabupaten Batang Hari (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), serta Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka (Nusa Tenggara Timur). 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa Indonesia masih menghadapi tantangan. 

“Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal. Kemampuan dasar ini menjadi fondasi utama untuk penguasaan ilmu lainnya,” ujar Mendikdasmen di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Mendikdasmen menekankan 3 hal penting dalam upaya ini. Pertama, membangun kompetensi melalui pembelajaran yang disesuaikan tidak hanya dengan usia, tetapi juga dengan pendekatan pedagogi yang tepat. Kedua, menumbuhkan kebiasaan membaca yang berjalan beriringan dengan kompetensi membaca. 

“Ketiga, menerapkan pendekatan numerasi yang tepat, dengan fokus membangun logika sejak awal,” jelasnya. 

Kemitraan ini dirancang untuk untuk menciptakan inovasi yang berdampak dan terukur melalui pelatihan dan pendampingan pada 500 sekolah dasar negeri, 1.500 guru kelas awal & kepala sekolah, untuk memberikan manfaat kepada sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029.. Dalam jangka panjang, program diharapkan dapat diperluas dan memberikan manfaat pada seluruh siswa di Indonesia. 

“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan, terutama pada siswa kelas 1, 2, dan 3. Dengan upaya bersama, semoga tidak akan ada lagi cerita siswa di jenjang tinggi yang belum mampu membaca atau berhitung,” tutup Mendikdasmen. 

Pendekatan program dari kemitraan ini mencakup tiga pilar utama, yaitu penguatan praktik pembelajaran di kelas melalui pedagogi terstruktur, pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk perbaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, serta penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. 

Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, mengatakan bahwa guru memegang peran kunci dalam memastikan anak-anak menguasai keterampilan dasar. 

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung guru lewat penguatan praktik pembelajaran di kelas, agar setiap anak memahami konsep dasar literasi dan numerasi. Dengan pemanfaatan data asesmen siswa, 

guru dapat memetakan kebutuhan siswa secara tepat dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” ucap Ari. 

Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, telah lama bekerja bersama guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah melalui program-program peningkatan kualitas pendidikan. 

“Dari pengalaman kami di lapangan menunjukkan, bahwa ketika guru didukung dengan praktik pembelajaran yang efektif dan data yang bermakna, serta ditopang kelembagaan yang kuat, maka kualitas pembelajaran dapat meningkat secara nyata,” tutup Ari. 

Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, mengatakan bahwa fondasi yang kuat dalam membaca dan matematika sangat penting agar setiap anak dapat terus belajar dan mencapai potensi mereka. 

“Hasil dari India menunjukkan apa yang mungkin dicapai: peningkatan praktik pembelajaran di kelas secara luas, penguatan materi ajar, serta pemanfaatan data asesmen siswa yang jelas telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan matematika. Sebagai bagian dari misi NIPUN Bharat, upaya ini menggabungkan dukungan teknis dengan kemauan politik yang kuat serta komitmen pemerintah. Kemitraan ini akan memperluas pendekatan tersebut untuk membuka potensi generasi pembelajar berikutnya di Indonesia,” ucap Benjamin. 

Di tempat yang sama, UNICEF Indonesia Representative, Maniza Zaman, mengatakan bahwa pemenuhan hak setiap anak atas pendidikan berkualitas merupakan hal yang mendasar untuk membantu mereka mencapai potensi penuh dalam kehidupan, sekaligus mendukung terwujudnya visi Generasi Emas Indonesia 2045. 

“Kolaborasi multipihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat keterampilan dasar anak, seperti literasi dan numerasi.UNICEF dengan bangga menghadirkan keahlian global, pendekatan inovatif, serta kehadiran dan pemahaman kuat terhadap konteks lokal di Indonesia. Bersama, kita dapat mempersiapkan anak-anak agar lebih siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” sambung Maniza. 

Dari Kebijakan Nasional hingga Aksi di Daerah 

Pencanangan kemitraan ini dilanjutkan dengan dua sesi diskusi terpandu yang memperkuat relevansi program sekaligus menyoroti implementasi lintas tingkat, dari nasional hingga daerah. 

Sesi pertama bertajuk "Dari Bukti Menuju Aksi: Penguatan Literasi dan Numerasi Dasar pada Skala Nasional", yang menghadirkan Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. (Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen), Irsyad Zamjani, Ph.D. (Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BKPDM), Ari Widowati (Head of Learning Environment Tanoto Foundation), dan Teresita Felipe (Education Specialist, UNICEF). 

Sesi ini membahas pentingnya asesmen diagnostik dan praktik pedagogi terstruktur sebagai upaya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam. 

Sedangkan sesi kedua, bertajuk "Literasi dan Numerasi dalam Kebijakan Daerah", menghadirkan para bupati dan wali kota dari 6 wilayah mitra program, yaitu Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan), Wesly Silalahi (Wali Kota Pematangsiantar), Muhammad Fadhil Arief (Bupati Batang Hari), H. Ischak Maulana Rohman (Bupati Tegal), Yosef Benediktus Badeoda (Bupati Ende), dan Juventus Prima Yoris Kago (Bupati Sikka). 

Keterlibatan kepala daerah secara langsung dalam forum ini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar inisiatif pusat, melainkan gerakan bersama antara pemerintah pusat dan daerah (kabupaten dan kota) untuk memastikan semua anak kelas 3 memiliki kemampuan dasar membaca dan matematika. 

Bagian dari Agenda Besar Nasional 

Kemitraan ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, serta arah kebijakan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan peningkatan kualitas guru, pembelajaran mendalam, dan pemanfaatan data sebagai pilar utama transformasi pendidikan. 

Selain itu, inisiatif ini juga mencerminkan semangat Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu bagi Semua dari Kemendikdasmen, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk aktif membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh anak Indonesia, terutama bagi siswa di sekolah dengan capaian belajar rendah. 

Seperti diketahui, para mitra yang terlibat mewakili berbagai jenis organisasi mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi filantropi yang berbasis di Indonesia, organisasi filantropi internasional, serta lembaga pembangunan internasional.  (*)



(Jakarta)


Belum ada Komentar untuk "Kemendikdasmen Ajak Tanoto Foundation Berkolaborasi Tingkatkan Literasi dan Numerasi "

Posting Komentar

Pemprov Sumut Perkuat Ekonomi Perempuan Terdampak Bencana

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumatra Utara, Dwi Endah Purwanti, saat memberikan ke...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel