IHSG Terpuruk Cukup Dalam, Rupiah Tetap Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan terakhir di pekan ini, IHSG ditutup melemah 2,03% di level 6.959,804.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk meskipun sempat dibuka menguat di level 7.103. IHSG ditutup turun 2,03% di level 6.959,804.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kinerja IHSG mengalami tekanan hebat sejalan dengan pelemahan yang dialami Rupiah. Ada sebanyak 576 saham yang mengalami koreksi, sementara 133 saham naik dan sisanya 105 emiten ditutup stabil.
“Sejumlah saham yang terkoreksi dan ditutup melemah diantaranya adalah BBCA, BBRI, BMRI, ANTM hingga ASII,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (30/4/2026).
Di sisi lainnya, kata Gunawan, mata uang Rupiah ditutup di level 17.305 per Dolar AS, setelah sempat melemah hingga ke level 17.385 selama sesi perdagangan berlangsung.
Tekanan yang dialami Rupiah terjadi saat The Fed (Bank Sentral AS) mengeluarkan kebijakan menahan suku bunga acuan.
Bank Indonesia diyakini Gunawan akan terus berupaya menahan pelemahan Rupiah yang nyaris sentuh 17.400 per Dolar AS. Kinerja mata uang Rupiah belakangan ini tetap berada pada jalur pelemahan meskipun intervensi kerap dilakukan oleh BI.
Sejauh ini sentimen pelemahan Rupiah masih dimotori oleh tensi geopolitik di Timur Tengah yang membuat harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah dunia ditransaksikan dalam rentang US$106 hingga US$110 per barel.
“Kenaikan harga minyak mentah telah mendorong kebijakan hawkish Bank Sentral,” katanya
Di sisi lain harga emas dunia pada perdagangan sore ini berbalik naik ke kisaran level US$4.635 per ons troy, atau sekitar Rp2,59 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Terpuruk Cukup Dalam, Rupiah Tetap Melemah "
Posting Komentar