IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Nyaris Sentuh 17.100 per Dolar AS
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (9/4/2026), IHSG masih mampu ditutup menguat di level 7.30Lensa.lensamedan-istLensaMedan - Kinerja mata uang Rupiah ditutup melemah di level 17.080 per Dolar AS, nyaris menyentuh 17.100.
Tekanan yang dialami Rupiah berbeda dengan sentimen yang berkembang dimana Dolar AS justru tengah tidak diuntungkan dengan kinerja USD Index maupun imbal hasil US Treasury 10 Tahun yang alami penurunan.USD Index melemah ke level 99, sementara imbal hasil US Treasury turun dikisaran 4,28%.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sentimen dari hasil Fed Minutes yang mengisyaratkan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan menaikkan bunga acuan di tahun 2026 menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.
Ditambah dengan pudarnya kepercayaan pasar dari kesepakatan gencatan senjata yang dinilai tidak memberikan perubahan signifikan di wilayah konflik, seperti wilayah yang menjadi jalur distribusi minyak.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0.39% di level 7.307,589, meskipun sempat terpuruk hingga ke level 7.191.
Memburuknya mayoritas bursa saham di Asia pada dasarnya menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
"IHSG sempat ikut terseret arus pelemahan di sesi perdagangan pagi, namun IHSG berbalik menguat ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali dekati US$100 per barel," ujar Gunawan di Medan, Kamis (9/4/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.740 per ons troy, meskipun tidak beranjak jauh dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga emas justru bertolak belakang dengan kenaikan harga minyak mentah. Harga emas masih cenderung bergerak volatile, dan belakangan kerap mengabaikan perubahan (naik) harga minyak dunia. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Nyaris Sentuh 17.100 per Dolar AS "
Posting Komentar