IHSG dan Rupiah Beda Arah, Harga Emas masih Stabil
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan awal pekan, IHSG masih mampu ditutup menguat, meski mayoritas bursa saham di Asia ditutup melemah.lensamedan-istLensaMedan - Mayoritas bursa saham di Asia ditutup melemah, diikuti juga oleh pelemahan mayoritas bursa Eropa yang memulai perdagangannya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak anomali dengan ditutup menguat 0,56% tepat di level psikologis 7.500.
Sejumlah saham yang turut mendorong penguatan IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah ADRO, PTRO, CUAN, ENRG hingga BNBR.
Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah di level 17.095 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, selama sesi perdagangan berlangsung Rupiah sempat melemah hingga ke level 17.135, dan penutupan Rupiah pada perdagangan hari ini berada di level terkuatnya.
Tekanan Rupiah mereda setelah kinerja USD Index alami pelemahan dan diperdagangkan dikisaran 98,9 pada sesi perdagangan sore.
Pelaku pasar masih terus mencermati dinamika politik yang terjadi di timur tengah setelah Iran dan AS gagal capai kesepakatan.
Pelaku pasar akan terpaku pada kinerja pasar keuangan di AS, serta serangkaian tindak lanjut yang mungkin dilakukan oleh kedua belah pihak yang bersitegang sejauh ini.
"Ketidakpastian masih menghantui pelaku pasar, dan gerak pasar keuangan akan masih sangat volatile nantinya," ujar Gunawan di Medan, Senin (13/4/2026).
Di sisi lain, harga emas dunia masih bergerak relatif stabil dikisaran US$4.720 per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gramnya.
Harga emas yang masih relatif stabil dikarenakan pasar Amerika belum dibuka setelah terjadi kegagalan pada kesepakatan.
Harga emas akan merespon tensi geopolitik yang memanas dan bergerak volatile pada sesi perdagangan waktu Amerika. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Beda Arah, Harga Emas masih Stabil"
Posting Komentar