IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Senin 927/4/2026), Rupiah mampu membalikkan keadaan dengan ditutup di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan kinerja positif di awal perdagangan, hingga akhirnya kembali ditutup di zona merah. IHSG melemah 0,32%, setelah sempat naik hingga menyentuh level 7.230.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar masih mengkhawatirkan batalnya negosiasi antara Iran dengan AS, yang mengindikasikan buruknya tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini.
Sejumlah saham besar yang turut berkontribusi melemahnya IHSG diantaranya yaitu BBCA, BMRI, BBRI, ENRG hingga BRPT.
“Pelemahan IHSG pada hari ini tidak sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang bergerak menguat,” ujar Gunawan di Medan, Senin (27/4/2026).
Kondisi yang berbeda justru ditunjukan oleh kinerja mata uang Rupiah yang justru berbalik menguat setelah sempat mengalami koreksi di sesi pembukaan perdagangan.
Mata uang Rupiah sempat melemah hingga ke level 17.235, sebelum akhirnya menguat tipis pada sesi penutupan perdagangan di level 17.185.
Penguatan Rupiah disebutkan Gunawan terlihat sejalan dengan pelemahan yang terjadi pada USD Index di level 98,3 ditengah stabilnya harga minyak mentah dunia yang bertahan dikisaran US$107 per barel.
Tak hanya Rupiah, harga emas dunia juga kembali mengalami kenaikan terbatas di level US$4.707 per ons troy, atau sekitar Rp2,61 juta per gram. Harga emas hanya beranjak naik sedikit seiring dengan kinerja harga minyak dunia yang relatif jalan di tempat.
“Secara keseluruhan harga minyak mentah berada dalam tren naik selama negosiasi antara Iran dengan AS masih memberikan ketidakpastian,” tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat "
Posting Komentar