Gelar Lokakarya Bambu Bersertifikat Internasional, Upaya Orangutan Haven Ubah Paradigma Konstruksi Berkelanjutan
Peserta Bamboo Unboxed Workshop 2026 mempraktikkan langsung kurikulum yang diajarkan pakar bambu Munir Vahanvati dan Gilbert Anton Murrer, serta pembicara tamu Jörg Stamm dan Dr. Ian Singleton, OBE, saat workshop yang digelar 6-11 April 2026.lensamedan-istLensaMedan - Orangutan Haven, bekerja sama dengan Giant Grass dan Ecolodge Bukit Lawang, sukses menyelenggarakan Bamboo Unboxed Workshop 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan pada 6-11 April 2026 menandai tonggak penting karena workshop ini secara resmi telah diakui sebagai Pelatihan Bersertifikat Bambu Dunia oleh World Bamboo Organization (WBO), yang meningkatkan posisi Sumatera Utara dalam gerakan arsitektur berkelanjutan global.
Selain berperan sebagai rumah bagi orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan, Orangutan Haven terus berkembang sebagai laboratorium hidup untuk arsitektur regeneratif.
Setiap aspek konstruksi di dalam Haven dirancang untuk melampaui keberlanjutan tradisional; tujuannya untuk menciptakan struktur yang tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan tetapi juga secara aktif berkontribusi pada kesehatan dan pemulihan ekosistem di sekitar.
Perpaduan global antara kerajinan dan konservasi, program intensif selama enam hari ini penarik perhatian kelompok yang beragam, sepert i arsitek, desainer, mahasiswa dan tukang bangunan ahli dari Filipina, Austria, Jerman dan Prancis yang bergabung dengan orang lokal dari Medan.
Marketing & Comms Manager Orangutan Haven, Maria Suhatri, mengatakan, workshop ini dibimbing langsung oleh para pakar bambu Munir Vahanvati dan Gilbert Anton Murrer, serta pembicara tamu Jörg Stamm dan Dr. Ian Singleton, OBE, yang mengajarkan kurikulum yang mencakup Sumber Berkelanjutan: Pemilihan bambu yang sudah cukup umur (tua) dan penggunaan metode pengawetan/pengolahan.
Kemudian Rekayasa Tingkat Lanjut: Penguasaan bentuk geometris yang rumit untuk memastikan kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang
“Termasuk juga Pembangunan Kolaboratif: Keberhasilan dalam merakit dua struktur utama: instalasi raksasa berbentuk Torus (seperti bentuk donat atau bagel) dan struktur Lengkungan (Arch) inovatif yang bisa dibongkar-pasang,” ujar Maria lewat siaran pers yang diterima Kamis (24/4/2026).
Maria menambahkan, menyongsong tahun 2027, keberhasilan angkatan tahun 2026 dan 2025 telah mengukuhkan posisi lokakarya ini sebagai destinasi tahunan utama bagi para pembangun yang peduli lingkungan. Dengan memadukan keahlian tangan tradisional dan teknik rekayasa modern, program ini terus menjembatani kesenjangan antara pelestarian satwa liar dan inovasi manusia.
“Orangutan Haven telah mengonfirmasi bahwa Bamboo Unboxed Workshop akan kembali hadir tahun depan. Ini menjadi kesempatan bagi para profesional maupun peminat umum untuk menyelaraskan keahlian mereka dengan pemulihan ekologi,” tutup Maria. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Gelar Lokakarya Bambu Bersertifikat Internasional, Upaya Orangutan Haven Ubah Paradigma Konstruksi Berkelanjutan"
Posting Komentar