Buka SA-Note 2026, Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis Anestesi di Wilayah Kepulauan
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, secara resmi membuka agenda 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd North Sumatera Conference on Emergency Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026, di Hotel Adimulia Medan, Jumat (10/4/2026).lensamedan-diskominfo sumutLensaMedan – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatra Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, menekankan pentingnya pemerataan distribusi tenaga medis, khususnya dokter spesialis, hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan seperti Nias.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebagai pilar utama pembangunan manusia di daerah.
Hal tersebut disampaikan Sulaiman Harahap saat membuka 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd North Sumatera Conference on Emergency Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026 di Hotel Adimulia, Medan, Jumat (10/4/2026).
"Kita harus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata, cepat, tepat, dan berkualitas hingga ke seluruh pelosok daerah," ujar Sulaiman Harahap.
Ia menyebutkan, bidang anestesiologi dan perawatan kritis memiliki peran vital dan strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Dokter spesialis anestesi tidak hanya berperan sebagai pendamping dalam tindakan operasi, tetapi juga menjadi penentu utama keselamatan pasien dalam kondisi kritis dan kegawatdaruratan.
"Profesi ini memiliki posisi yang sangat strategis dan tidak tergantikan dalam praktik kedokteran modern. Namun, kita masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan jumlah tenaga spesialis jika dibandingkan dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua III Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PP Perdatin), Bambang Puji Sumedi, menekankan bahwa tantangan di dunia medis semakin kompleks.
Menurutnya, seorang anestesiolog tidak hanya dituntut cakap secara ilmiah dan teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional serta menjunjung tinggi etika.
"Kita sering bekerja dalam situasi dengan waktu sempit, informasi terbatas, dan risiko tinggi. Praktik medis yang baik harus bertumpu pada tiga hal, kompetensi ilmiah, komunikasi yang baik, serta dokumentasi medis yang kuat demi keselamatan pasien dan perlindungan hukum bagi dokter," tegas Bambang.
Sementara itu, Ketua Perdatin Sumut, Andriamuri Primaputra Lubis menjelaskan bahwa SA-Note merupakan agenda regional yang digelar setiap tiga tahun. Pada edisi kedua tahun 2026 ini, kegiatan mengangkat tema peningkatan kualitas pelayanan anestesi di era digital dan inovasi medis.
"Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 April 2026. Rangkaian acaranya meliputi workshop, simposium, kompetisi poster ilmiah, hingga pameran alat kesehatan (Medika Expo)," paparnya.
Sebanyak 400 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 170 peserta workshop dan 230 peserta simposium yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga menghadirkan 70 narasumber kompeten, termasuk pakar dari luar negeri seperti Malaysia dan India.
"Besar harapan kami, melalui forum ini lahir gagasan terbaru dan langkah konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatra Utara," pungkasnya. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Buka SA-Note 2026, Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis Anestesi di Wilayah Kepulauan"
Posting Komentar