AS Mulai Blokade Selat Hormuz, Emas dan IHSG Menguat Sementara Rupiah Melemah
Seorang pedagang menunjukkan kepingan logam mulia. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (14/4/2026), emas ditransaksikan menguat.lensamedan-istLensaMedan - Kabar mengenai blokade Selat Hormuz yang dilakukan AS belum begitu mempengaruhi kinerja pasar keuangan secara keseluruhan. Meski demikian, mayoritas pasar saham di Asia dibuka menguat.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sejauh ini pasar masih berharap ada kesepakatan antara Iran dengan AS menyusul pernyataan dari Wakil Presiden AS bahwa blokade yang dilakukan AS telah memberikan dampak ke Iran, sehingga Iran didorong untuk menyepakati kesepakatan damai yang ditawarkan ke Iran.
Tetapi Iran masih memberikan respon dingin terhadap ancaman AS tersebut, seraya mengeluarkan pernyataan Iran tidak akan menyerah dengan ancaman tersebut.
“Sementara respon harga minyak mentah dunia pada perdagangan pagi ini terpantau lebih rendah di kisaran US$96 per barel dibandingkan perdagangan sebelumnya,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (14/4/2026).
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangaan mengalami penguatan di level 7.603. IHSG menguat seiring dengan penguatan yang dialami oleh mayoritas bursa saham di Asia pada umumnya.
Di sisi lain, lanjut Gunawan, mata uang Rupiah terpantau melemah ke kisaran level 17.115 per Dolar AS. Melemahnya kinerja USD Index ke level 98,3 tidak serta merta menjadi tekanan pada mata uang Dolar AS.
“Rupiah justru berada di zona merah meskipun Dolar AS tidak mendapatkan topangan positif dari sejumlah indikator keuangan AS,” terangnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.775 per ons troy, atau berada di kisaran harga Rp2,64 juta per gramnya.
Harga emas tertolong dengan pelemahan harga minyak mentah dunia, yang untuk sementara membuka harapan akan adanya kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun volatilitas di pasar komoditas maupun pasar keuangan masih cukup tinggi.
Fokus pasar masih tertuju pada selat hormuz yang akan menentukan kebijakan pelaku pasar. Ketidakpastian masih cukup tinggi, dan realitas pasar masih akan menghadapi volatilitas kinerja yang sulit diproyeksikan dan sangat bergantung pada dinamika geopolitik. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "AS Mulai Blokade Selat Hormuz, Emas dan IHSG Menguat Sementara Rupiah Melemah"
Posting Komentar