Outlook Rating Kredit Indonesia Dipangkas Picu Koreksi IHSG
Grafik pergerakan IHSG. Di sesi penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), IHSG tak mampu bangkit dan akhirnya ditutup melemah 1,62% di level 7.585,687.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bangkit dan tetap terpuruk di zona merah dengan ditutup 1,62% di level 7.585,687.
Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa di Asia yang mampu ditutup menguat dan bergeser ke zona hijau, setelah sempat ditransaksikan di zona merah pada sesi perdagangan pertama.
Sejumlah emitan besar yang mengalami pelemahan dan membebani kinerja IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BUMI, BMRI, BBRI, BBCA, TLKM, GOTO, ASII hingga ANTM.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, IHSG sulit untuk berbalik arah dan mengikuti kinerja mayoritas bursa saham di Asia dikarenakan adanya sentimen negatif yang menyelimuti kinerja pasar keuangan.
Rupiah yang melemah di level 16.900 per Dolar AS turut membebani kinerja IHSG.
Namun tekanan pasar keuangan domestik lebih dikarenakan oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings, yang merevisi outlook surat utang pemerintah menjadi negatif.
"Outlook yang diturunkan tersebut menjadi beban bagi IHSG dan Rupiah, yang mengakibatkan pasar keuangan domestik kesulitan untuk berada di zona hijau. Walaupun untuk rating kredit Indonesia masih dipertahankan pada level BBB," ujar Gunawan di Medan, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu harga emas dunia msih mengalami tekanan dan diperdagangkan dikisaran harga US$5.100 per ons troy, atau sekitar Rp2,78 juta per gram.
Belakangan ini kabar mengenai pembelian emas yang melambat dari Bank Sentral disebutkan Gunawan menjadi isu besar yang menahan laju penguatan harga emas.
Dari laporan world gold council (WGC), didapatkan pemaparan bahwa Bank Sentral di dunia tidak seagresif tahun sebelumnya.
Sehingga dampak dari perang terhadap pembentukan harga emas terbilang minim.
Meski demikian harga emas secara fundamental masih cukup solid.
Harga emas saat ini masih menjanjikan potensi kenaikan di masa depan.
"Terlebih jika eskalasi memburuk, atau setidaknya perang akan berlangsung untuk waktu yang cukup lama," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Outlook Rating Kredit Indonesia Dipangkas Picu Koreksi IHSG"
Posting Komentar