Harga Minyak Kembali Lampaui US$100 Per Barel, IHSG dan Emas Tertekan

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (25/3/2026), IHSG dibuka di zona hijau meski kemudian tertekan ke zona merah.lensamedan-ist

LensaMedan - Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Kabar dimana AS tengah melakukan upaya negosiasi dengan Iran, dan telah memberikan 15 syarat gencatan senjata masih menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Meskipun hingga saat ini jual beli serangan masih berlanjut ditengah upaya pembicaraan damai tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan menguat di level 7.313. Meski demikian IHSG sejauh ini berbalik arah dan kembali ditransaksikan di zona merah. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, tekanan yang dialami oleh sejumlah bursa saham di Asia diproyeksikan tetap akan memberi pukulan pada kinerja IHSG secara keseluruhan. Tetapi penguatan Rupiah terhadap Dolar AS di level 16.880 diyakini akan menahan tekanan terhadap IHSG.

“Penguatan Rupiah sejauh ini ditopang oleh imbal hasil US treasury 10 tahun dan kinerja USD index yang relatif membukukan kinerja lebih rendah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (26/3/2026). 

Di sisi lain, kata Gunawan, pelaku pasar sendiri masih dihantui oleh kondisi geopolitik yang bisa saja memicu tekanan harga secara tiba-tiba. Kondisi seperti ini memberikan kemungkinan bahwa pasar keuangan masih berpeluang alami kejutan baru. 

Pasar komoditas juga masih berada dibawah tekanan sejauh ini. Harga minyak mentah dunia jenis brent kembali naik dan bertengger di level US$103 per barel. Kenaikan tersebut membebani harga emas yang sejauh ini bertahan dikisaran US$4.532 per ons troy.

Lompatan pada harga minyak mentah dunia telah memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dan emas. 

“Pasar sepertinya masih pesimis dengan rencana damai yang diajukan AS akan diterima oleh Iran.Fokus pelaku pasar akan tetap tertuju pada hasil dari upaya dialog tersebut,” tutup Gunawan. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Kembali Lampaui US$100 Per Barel, IHSG dan Emas Tertekan"

Posting Komentar

Harga Minyak Kembali Lampaui US$100 Per Barel, IHSG dan Emas Tertekan

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (25/3/2026), IHSG dibuka di zona hijau meski kemudian tertekan ke zona merah.lens...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel