Polemik Kenaikan Tarif AS dan Tensi Geopolitik: Rupiah, IHSG hingga Emas Dibuka Menguat

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Senin (23/2/2026), IHSG dibuka menguat.lensamedan-ist

LensaMedan - Kinerja USD Index mengalami penurunan ke level 97,4 setelah sempat berada di level 97,8 pada hari Jumat pekan lalu.

USD Index turun setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kenaikan tarif yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Keputusan pengadilan AS tersebut sejauh ini menjadi kabar positif bagi kinerja mata uang Rupiah.

Pada sesi perdagangan pagi ini Rupiah ditransaksikan menguat ke kisaran level 16.840 per Dolar AS.

Setelah keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kenaikan tarif, pelaku pasar selanjutnya menanti sejumlah agenda penting dalam sepekan kedepan.

Diantaranya adalah penetapan kebijakan bunga pinjaman Bank Sentral China (PBoC) pada perdagangan besok.

Disusul kemudian data indeks kepercayaan konsumen AS, pidato Presiden AS serta klaim data pengangguran mingguan AS.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pada dasarnya tidak ada agenda ekonomi besar yang akan tersaji di pekan ini.

"Sejumlah data tersebut diproyeksikan tidak akan memberikan perubahan besar pada kinerja pasar keuangan secara menyeluruh," ujar Gunawan di Medan, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi ini dibuka menguat ke level 8.334.

Kinerja IHSG membaik ditengah kinerja bursa saham di Asia yang bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.

Di sisi lain, kata Gunawan, harga emas dunia naik tajam ke level US$5.160 per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gramnya.

Harga emas dunia alami penguatan ditengah kekuatiran tarif AS yang tidak menentu, ditambah kian memburuknya tensi geopolitik.

Setelah keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Trump, Presiden AS justru menambil langkah dengan berencana menaikkan tarif global sebesar 10% hingga 15%.

Langkah ini memicu ketidakpastian dan menguntungkan harga emas, ditambah tensi geopolitik di Selat Hormuz yang belakangan kian memanas.

"Perseteruan antara AS dengan Iran masih terus berlanjut dan kian meruncing belakangan ini," tutupnya. (juli simanjuntak)

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Polemik Kenaikan Tarif AS dan Tensi Geopolitik: Rupiah, IHSG hingga Emas Dibuka Menguat"

Posting Komentar

Masuk Jajaran 500 Perusahaan Asia - Pasifik Terbaik Versi Majalah TIME, PGN Buktikan Ketangguhan di Tengah Tantangan Global

Dua perwira PGN berdiskusi terkait proyek gas yang dikelola PGN. Resiliensi bisnis PGN mendapatkan pengakuan internasional dari Majalah TIME...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel