Iran dan AS Belum Capai Kesepakatan, IHSG dan Rupiah Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan sesi pertama Jumat (27/2/2026), IHSG dibuka melemah.lensamedan-istSikap AS nantinya akan menjadi penentu bagi kinerja pasar keuangan selanjutnya.
Jika AS tetap berencana untuk mengintervensi Iran dengan kekuatan militer, maka pasar keuangan akan merespon tindakan tersebut.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sejauh ini pasar keuangan masih memanfaatkan agenda ekonomi sebagai alat pendukung dalam pembuatan keputusan investasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini masih berada di jalur merah, dengan ditransaksikan turun di level 8.211 pada sesi pembukaan perdagangan.
Bahkan IHSG sempat melemah di bawah level psikologi 8.100 di sesi perdagangan pagi ini.
"Sementara untuk mata uang Rupiah ditransaksikan melemah di level 16.785 per Dolar AS," ujar Gunawan di Medan, Jumat (27/2/2026).
Di sisi lain, lanjut Gunawan, kinerja harga emas juga masih relatif stabil dikisaran harga US$5.188 per ons troy.
Harga emas dunia terpantau relatif stabil ditengah belum tercapainya kesepakatan antara Iran dengan AS.
Pasar masih bersikap wait and see, hingga nantinya ada respon dari AS atau jelang pertemuan antara Iran dengan AS mendatang.
"Sejauh ini harga emas masih bertahan dikisaran harga Rp2,8 juta per gram," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Iran dan AS Belum Capai Kesepakatan, IHSG dan Rupiah Melemah"
Posting Komentar