Pamerkan 60 Foto Dampak Bencana Sumatra, Andi Gultom: Sampaikan Kejujuran dan Gugah Empati Publik

Fotografer Andi Gultom, News Manager Tribun Medan, T Agus Chaidir, dan Dosen Ilmu Budaya FIB USU, Ahmad Arief Tarigan, saat tampil sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar sebagai rangkaian Pameran Foto bertajuk "Usai Bandang, Sebuah Refleksi" di Gallery Lt 2 Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Sabtu (31/1/2026).lensamedan-juli simanjuntak

LensaMedan – Dampak bencana banjir bandang yang melanda 3 provinsi di Pulau Sumatra jelang akhir November 2025 lalu menjadi objek Andi Gultom untuk diabadikan dalam karya foto dan kemudian diperlihatkan ke publik dalam  Pameran Foto, Charity, dan Diskusi Publik: “Usai Bandang, Sebuah Refleksi”. 

Pameran 60 foto yang dikurasi Fatris MF itu digelar di Gallery Lt 2 Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis Medan, mulai Sabtu (31/1/2026) dan akan berlangsung hingga 14 Februari 2026.

Dalam sambutan saat pembukaan pameran, Andi mengatakan, di lapangan ia melihat kondisi yang jauh lebih parah dari apa yang dilaporkan. Kondisi yang terjadi terutama di Aceh Tamiang benar-benar mengharukan.

"Saya sebagai fotografer bahkan sampai tidak berani memoto objek tertentu, karena emosi saya terganggu," kata Andi

Andi mengungkapkan, pameran itu bukan sekadar untuk menyajikan karya, namun ia ingin menyampaikan kejujuran dan menggugah empati publik.

"Saya sebagai fotografer merasa perlu menjaga kejujuran sekaligus menjadi sebuah refleksi," kata Andi.

Pameran disertai diskusi yang menghadirkan 2 narasumber pembanding, yakni News Manager Tribun Medan, T Agus Chaidir, dan Dosen Ilmu Budaya FIB USU, Ahmad Arief Tarigan. 

Ditanya soal batas etika saat mengabadikan peristiwa bencana, Andi mengaku saat memotret ia merasa terpukul dan trauma. 

"Antara etika atau eksploitasi, tapi sebagai fotografer saya punya tanggungjawab moral. Tujuan utama saya merekam keadaan yang sebenarnya. Namun begitu, saya akui batin saya terganggu, makanya tidak semua objek saya foto, meski secara umum estetis dan menarik," kata Andi.

Sementara itu, T Agus Chaidir mengatakan, soal hilangnya rasa empati terhadap korban bencana justru dipicu oleh pernyataan-pernyataan pemerintah. Sebaliknya Andi, menurut Agus Chaidir telah menunjukkan rasa kemanusiaannya. Apa yang dilakukannya Andi sama seperti yang dilakukan jurnalis.

Hal sama dikatakan Ahmad Arief Tarigan. Menurutnya, apa yang dilakukan Andi merupakan cara ia bersaksi atas peristiwa yang penting dan perlu disaksikan banyak orang. 

Dikatakan Arief, soal etika tergantung perspektif. Arief menilai foto-foto yang dipamerkan Andi bukan untuk mengeksploitasi, tetapi tanggung jawab moral untuk merekam keadaan yang sebenarnya. 

"Yang pantas dipertanyakan adalah pengertian etika dari perspektif pemerintah. Saya terus terang, yang merusak perspektif kita soal etika dan kemanusiaan salah satunya sejak ditetapkannya Perpu No 1 Tahun 2020," kata Ahmad Arief.

Di akhir diskusi, Arief berharap masyarakat tidak lagi menikmati penderitaan dan kecanduan menjadi penyintas, sementara pemerintah diharapkan tidak lagi kecanduan  berperan sebagai pahlawan kesiangan saat bencana.

“Karena kita sebagai manusia seringkali memiliki kecanduan,” tutup Ahmad Arief.  (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pamerkan 60 Foto Dampak Bencana Sumatra, Andi Gultom: Sampaikan Kejujuran dan Gugah Empati Publik"

Posting Komentar

Gerindra Sumut Bagikan 10.000 Sembako Untuk Warga HUT ke-18 Partai

LensaMedan - Partai Gerindra Sumut membagikan 10.000 sembako bagi warga. Pembagian dilakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Part...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel