KAI Ajak Masyarakat Jaga Nyawa dan Keselamatan Bersama

PT Kereta Api Indonesia melakukan sosialisasi di pintu perlintasan kereta api. PT KAI terus mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada dan disiplin untuk menghindari terjadinya musibah kecelakaan.lensamedan-ist

LensaMedan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa setiap insiden di perlintasan sebidang merupakan persoalan sosial yang menyangkut disiplin, kepedulian, dan keselamatan bersama.

Dalam setiap perjalanan kereta api, terdapat petugas yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk menjaga keselamatan ribuan penumpang serta pengguna jalan lainnya.

Masinis dan asisten masinis berada di garda terdepan keselamatan perjalanan kereta api. Mereka menjalankan tugas sesuai prosedur operasional dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

Ketika terjadi pelanggaran di perlintasan sebidang, risiko yang muncul dapat mengancam keselamatan petugas yang sedang bertugas serta mengganggu kelancaran perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu kejadian terbaru terjadi pada Rabu (21/1/2026) pukul 02.47 WIB, ketika KA 177B (Menoreh) relasi Semarang Tawang–Pasarsenen tertemper kendaraan truk di perlintasan sebidang JPL 329 (resmi dan tidak dijaga) pada petak jalan Babakan–Waruduwur Km 201+400 jalur hilir.

Akibat insiden tersebut, masinis dan asisten masinis mengalami luka parah saat menjalankan tugas, dengan kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa.

Masih di hari yang sama, kecelakaan kereta api juga terjadi di Sumatra Utara yang mengakibatkan 9 orang penumpang yang tertemper KA Sri Bilah Utama meninggal dunia.

KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan di perlintasan sebidang.

Setiap pengendara wajib berhati-hati, mematuhi rambu, serta mengutamakan perjalanan kereta api sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan di perlintasan sebidang berpotensi menimbulkan risiko serius, baik bagi petugas kereta api maupun masyarakat.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa setiap insiden di perlintasan sebidang selalu berdampak langsung pada keselamatan manusia.

“Masinis dan asisten masinis adalah petugas yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memiliki keluarga yang menanti di rumah. Setiap pelanggaran di perlintasan sebidang berisiko menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan mereka,” ujar Anne, Kamis (22/1/2026).

Anne menegaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan ruang bersama yang menuntut kesadaran dan kepedulian antar pengguna jalan.

“Berhenti sejenak, mematuhi rambu, dan memastikan kondisi aman merupakan sikap yang mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan nyawa bersama,” tambahnya.

Sebagai pengingat, perlintasan kereta api di Indonesia telah diatur secara ketat dalam peraturan perundang-undangan. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berdasarkan evaluasi keselamatan hingga Desember 2025, KAI mencatat masih terdapat 276 titik rawan di seluruh jaringan perkeretaapian.

Untuk menekan risiko kecelakaan, KAI bersama pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait telah menutup 316 perlintasan sebidang berisiko tinggi sebagai langkah perlindungan keselamatan publik.

Selain pengamanan fisik, KAI secara konsisten membangun budaya keselamatan melalui pendekatan edukatif.

Sepanjang tahun 2025, KAI melaksanakan 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan di sekitar jalur kereta api, 212 kegiatan edukasi ke sekolah, pemasangan 687 spanduk keselamatan, serta 655 kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di lingkungan stasiun dan masyarakat sekitar.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab sosial yang perlu dijaga bersama. Ketika kepedulian menurun, risiko akan meningkat dan nyawa taruhannya,” tegas Anne.

Menutup pernyataannya, Anne kembali mengimbau masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.

“Berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas adalah keputusan sederhana yang memiliki arti besar bagi keselamatan diri dan banyak orang,” tutup Anne. (*)

(Jakarta)






Belum ada Komentar untuk "KAI Ajak Masyarakat Jaga Nyawa dan Keselamatan Bersama"

Posting Komentar

Wamenag Minta Layanan KUA Tidak Lambat dan Berbelit

Wamenag Romo Syafi'i memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk memberikan layanan yang lebih optimal.lensamedan-kemenag.go.id Len...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel