IHSG dan Emas Menguat Signifikan, Mata Uang Rupiah Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan hari ini, IHSG dan emas bertahan di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan 1,27% di level 8.859,191.
Sejumlah saham yang mendorong penguatan IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BUMI, DEWA, ANTM, BBCA hingga TLKM.Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penguatan IHSG lebih didorong oleh sentimen penguatan mayoritas bursa saham di Asia di tengah penangkapan Presiden Venezuela.
"Sementara sejumlah data ekonomi di tanah air yang dirilis tidak beranjak jauh dari proyeksi pasar," ujar Gunawan di Medan, Senin (5/1/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah justru berbeda arah dibandingkan dengan IHSG.
Rupiah ditutup melemah ke level 16.735 per Dolar AS seiring dengan membaiknya kinerja USD Index ke level 98,6, meskipun imbal hasil US Treasury 10 tahun masih tertahan di kisaran level 4,186%.
Di sisi lainnya, lanjut Gunawan, harga emas dunia melanjutkan tren kenaikannya dan ditransaksikan dikisaran level US$4.433 per ons troy pada sesi perdagangan sore.
Harga emas kian melambung ditengah memburuknya tensi geopolitik global.
AS masih menebar ancaman kepada negara tetangganya di Amerika latin.
Memburuknya tensi geopolitik masih menguntungkan kinerja pasar saham, namun menjadi sentimen negatif terhadap mata uang rival Dolar AS.
Sejauh ini pasar akan lebih tertarik memborong Dolar AS di saat terjadi peningkatan tensi geopolitik.
Meski demikian kenaikan emas yang cukup fantastis setelah penangkapan Presiden Maduro, membuktikan bahwa emas lebih diuntungkan dibandingkan dengan Dolar AS.
"Belum ada tekanan besar ke pasar keuangan setelah penangkapan Presiden Venezuela tersebut, dan tekanan terhadap mata uang Rupiah juga masih relatif terbatas pada perdagangan hari ini," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Menguat Signifikan, Mata Uang Rupiah Melemah "
Posting Komentar