AS Ngotot Kuasai Greenland, Harga Emas Tembus US$5.000 Per Ons
Seorang pegawai BSI menunjukkan kepingan logam mulia. Pada perdagangan pagi, harga emas ditransaksikan di angka US$5.000 per ons troy.lensamedan-istLensaMedan - Sejumlah agenda penting ekonomi akan dirilis dalam sepekan kedepan.
AS akan menjadi negara yang paling banyak merilis data ekonomi.
Selain data statistik resmi, pelaku a
pasar juga tengah menanti testimoni Presiden AS pada Selasa dan Rabu mendatang, berikut kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral AS pada hari Kamis nantinya.
"Pelaku pasar akan mencermati dengan seksama agenda tersebut," ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Senin (26/1/2026).
Pada pembukaan perdagangan hari ini, harga emas dunia kembali cetak rekor tertinggi baru di level US$5.086 per ons troy, atau ekitar Rp2,75 juta per gram nya.
Gunawan menyebut, harga emas meroket setelah AS mempertegas akan mengambil kedaulatan wilayah Greenland untuk dijadikan pangkalan militer AS.
Kenaikan harga emas ini terjadi ditengah tekanan yang dialami oleh
Dolar AS, dan tensi geopololitik yang kian tidak menentu.
"Ditambah belakangan ini kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina menemui jalan buntu yang memicu koreksi di pasar keuangan, meskipun kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan putaran diskusi selanjutnya," ujar Gunawan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di level 8.967 pada sesi pembukaan perdagangan.
Situasi ini berbeda dengan bursa saham di Asia yang mayoritas ditransaksikan di zona merah.
Tekanan yang dialami sejumlah bursa di Asia berpeluang menyeret pelemahan pada IHSG.
Pada hari ini IHSG diproyeksikan akan berada dalam rentang 8.930 hingga 9.000 selama sesi perdagangan berlangsung.
Di sisi lain, lanjut Gunawan, mata uang Rupiah ditransaksikan menguat ke level 16.755 per Dolar AS.
Jelang kebijakan moneter The Fed, Dolar AS berpeluang melemah seiring dengan memburuknya kinerja USD Indeks ke kisaran 97.06, dan diperburuk dengan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang turun ke level 4.217%.
"Menguatnya Rupiah akan menopang kinerja IHSG, meskipun dibayangi pelemahan bursa di Asia," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "AS Ngotot Kuasai Greenland, Harga Emas Tembus US$5.000 Per Ons"
Posting Komentar