9.476 Nelayan Sibolga Jadi Peserta Jamsostek


Lensamedan -  Sebanyak 9.476 nelayan yang dikoordinir lewat Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga menjadi peserta pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sibolga.  Capaian tersebut tertanggal 31 Oktober 2021.

Para nelayan tersebut terdaftar dalam 2 program yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dalam Program Jamsostek itu.

“Sampai hari ini realisasi asuransi nelayan sebanyak 9.476 jiwa tercatat menjadi peserta,“ ujar Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Makkasau, A.Pi, M.Si pada rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kepesertaan dengan BPJS Ketenagakerjaan Sibolga di ruang Rapat PPN Sibolga, Senin (15/11/2021).

Disebutkannya, kepesertaan para nelayan yang mendaftar secara mandiri melalui  Pelabuhan Sibolga termasuk terbesar diantara pelabuhan-pelabuhan perikanan yang ada di Indonesia.

“Secara nasional, realisasi di tempat kita termasuk  tinggi diantara pelabuhan lain, sehingga kita  secara khusus mendapat perhatian Pusat,” terang Makkasau.

Meski kepesertaan Jamsostek di Sibolga termasuk cukup menggembirakan, namun tidak boleh lengah terhadap pelayanan. Sebab jika pelayanan tidak ditingkatkan bukan tidak mungkin pada suatu saat para peserta kecewa dan tidak puas sehingga bisa berujung pada mundurnya dari kepesertaan.

“Kami mengharapkan agar pelayanan yang sudah baik dipertahankan dan ditingkatkan,  termasuk percepatan klaim,” ungkap Makkasau sembari menegaskan, pihaknya akan melibatkan Jamsostek Sibolga dalam memberikan pencerahan dan sosialisasi kepada para pemilik kapal.

Makkasau menjelaskan, untuk kepesertaan Jamsostek di internal PPN,  sebanyak  35 orang  karyawan non PNS juga telah menjadi peserta dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). 

“Sedangkan yang ikut 4 program termasuk Jaminan Penisun, sebanyak 1 orang,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga  Sanco Simanullang mengucapkan terimakasih atas dukungan PPN Sibolga terhadap perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi nelayan. Ia mengungkapkan  akan terus meningkatkan pelayanan dan percepatan klaim .

“Terkadang apa syarat-syarat klaim tidak sampai kepada para ahli waris. Mohon dibantu lewat pengurus kapal,” tutur Sanco sembari menambahkan jika persyaratan sudah dipenuhi, seperti  Akte Kematian, Surat Keterangan yang menerangkan siapa saja ahli warisi, dan syarat lainnya, tidak ada alasan untuk memperlambat pencairan. Jadi memang butuh komunikasi efektif antara petugas Jamsostek dengan para ahli waris,” sebutnya.

BPJS Ketenagakerjaan Sibolga dalam acara tersebut juga  mencairkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) nelayan yang meninggal dunia saat melaut dan Jaminan Kematian bagi 2 peserta.

Klaim JKK sebesar Rp 174.866.272 diterima Istri yang juga ahli waris almarhum Harianto, Sonta Ria Pasaribu yang pernah bekerja pada KM Bahagia. 

Selain itu, terdapat manfaat beasiswa bagi 2 orang anak sampai mahasiswa dengan total Rp 174 juta.

Sementara klaim JKM almarhum Alexander Hendry Hutagalung yang meninggal karena sakit dari KM Hidup Subur, diterima ahli waris Alrika Jimmi Kurniawan Hutagalung  sebesar Rp 42.000.000.

Sanco Simanullang menyampaikan, pemberian santunan merupakan hak keluarga yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2015 tentang hak Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Santunan ini bukan belas kasihan, namun merupakan hak berdasarkan konstitusi. Kami turut berduka atas berpulangnya almarhum. Semoga Ibu dan Bapak penerima santunan dapat tetap sabar dan tabah meneruskan kehidupan,” tutup Sanco. (*)



(Sibolga) 


Belum ada Komentar untuk "9.476 Nelayan Sibolga Jadi Peserta Jamsostek"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel