Sofyan Tan : Pancasila itu Bukan Hanya Sekedar Hapalan


Lensamedan – Anggota MPR RI Sofyan Tan kembali melakukan sosialiasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara, Selasa (29/6/2021).

Bertempat di Aula Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan berbagi pengalaman tentang peran besar Pancasila dalam kehidupan pribadi mau pun kegiatan politiknya kepada mahasiswa Medicom.

Sofyan Tan menyebut, keberhasilannya duduk sebagai anggota MPR RI dua periode berturut-turut tanpa harus membeli suara masyarakat pemilih menjadi bukti bahwa Pancasila memberikan andil besar. 

“Kalau lihat daerah pemilihan saya (Dapil)  yakni Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebing Tinggi, pastinya paham kalau populasi Tionghoa tidak banyak,” ujar Sofyan Tan.

Lantas, bagaimana Sofyan Tan bisa menyakinkan masyarakat untuk memilihnya? Politisi berlatar belakang pendidikan dokter ini pun menyebut jika ia memiliki kunci sukses untuk meraih hal tersebut, yakni Pancasila.

Pancasila menurutnya sudah diamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari sejak puluhan tahun lalu, sehingga sangat membantunya merebut hati dan simpati.

“Pancasila yang saya jadikan kunci kesuksesan itu bukan hanya sekedar hapalan atau teori semata, tetapi saya implementasikan,” kata Sofyan.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memberikan kedudukan yang sama bagi setiap WNI apa pun agama yang dianutnya. Tidak ada mayoritas-minoritas, karena negara menjamin keberadaan warganya dalam mempercayai agama yang dianut.

“Dan ini saya tunjukkan dengan tersedianya seluruh rumah ibadah di sekolah yang saya bangun sejak tahun 87,” sebutnya.

Sofyan juga menekankan jika perbedaan antar umat baik dari suku, agama mau pun ras bukanlah sesuatu yang haram, tetapi perbedaan merupakan satu kekayaan dari bangsa Indonesia.

“Dan ini termaktub dalam ideologi kita yaitu Pancasila,” ucapnya.

Dikatakannya, seringkali dalam satu pesta politik, para calon yang ingin mengambil  hati masyarakat berlaku seperti sinter klas yang berbuat baik tanpa harus diminta. Tetapi setelah berhasil duduk, justru lupa.

“Rakyat menderita, biarin, malah korupsi banyak-banyak. Apakah itu pengamalan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab? Tentu tidak,” tegasnya.

Sofyan melanjutkan, saat ini 65% pekerja di Indonesia hanya memiliki pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Padahal, tantangan di masa depan akan sangat beragam sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni yang bisa diwujudkan dengan mengutamakan pendidikan. Karena itu, apa yang dilakukan Pemerintah lewat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah yang membantu rakyat kurang mampu untuk tetap sekolah harus dimanfaatkan.

“Dan ini bisa dinikmati seluruh suku yang ada di Indonesia yang kalau saya tidak salah itu berkisar 700-an suku dengan lebih dari 1200 bahasa yang tersebar di 17000 pulau. Karena jika kualitas pendidikan tidak naik, tidak terjadi peningkatan ekonomi, maka gampang sekali itu dijadikan senjata untuk saling membunuh, sehingga kita tidak lagi bisa mengamalkan sila ketiga yakni Persatuan Indonesia,” tuturnya.

Selain dihadiri mahasiswa Empat Pilar juga dihadiri Direktur AMIK Medicom, Kamson Sirait dan juga staf pengajar. (*)

 

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sofyan Tan : Pancasila itu Bukan Hanya Sekedar Hapalan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel