Siapkan Program Bantu 1000 Perahu, Cara ACT Bantu Nelayan Sumut

Lensamedan-  Dari 321.000 nelayan di Sumatera Utara (Sumut), yang tersebar di 13 kabupaten/kota, sekitar 70 persen diantaranya merupakan nelayan tradisional yang memiliki teknologi penangkapan yang rendah. Sementara 20% lainnya adalah nelayan menengah dan 10% masuk kategori nelayan skala besar. Dengan demikian, berarti, 70% nelayan di Sumatera Utara memiliki pola aktifitas ekonomi yang berbeda dari nelayan modern lainnya.

Selain berbeda metode penangkapan, ternyata tangkapan juga dipengaruhi oleh besar kecilnya ukuran kapal/perahu. Dan ini merupakan permasalahan yang selalu timbul di perairan Sumatera Utara (Sumut). Selain persoalan besar kecilnya jenis perahu, ternyata ada lagi yang menjadi pokok persoalan ekonomi masyarakat nelayan ini, yakni status kepemilikan perahu itu sendiri. Karena banyak nelayan yang tidak memiliki perahu sendiri, sebagian besar mereka masih menyewa perahu dari toke-toke ikan atau dari masyarakat pesisir yang memang memiliki usaha penyewaan perahu dan kapal.

Dari hasil assessment (survei) yang dilakukan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut di tiga lokasi, yakni di Kampung Perlis Pangkalan Brandan, Jaring Halus Stabat, dan Bagan Deli Belawan, hampir dipastikan 50% Nelayan tidak memilki perahu sendiri. Para nelayan dengan keterbatasan ekonomi, memilih untuk menyewa perahu dengan harga sewa yang bervariasi sesuai dengan ukuran dan kapasitas tamping perahu itu sendiri.

Salah seorang nelayan yang merupakan warga Bagan Deli Belawan, Amat, mengatakan, harga perahu yang dipakainya sehari-hari itu senilai Rp15 jutaan, dengan kapasitas penumpang 15 orang dan 100 kilogram (kg) muatan barang. Dan biaya sewanya berkisar Rp50 ribu per harinya, sementara penghasilan dari jual hasil laut hanya dapat Rp150 ribu perharinya.

“Ini tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, karena bayar sewa dipotong dengan biaya bahan bakar boat, uang yang dibawa pulang ke rumah hanya bersisa Rp. 50.000. Andai kan perahu ini milik sendiri  tentu saja dapat mengurangi beban kami,” ujar Amat.

Ilham Moehammad selaku Marketing Communication  ACT Sumut mengatakan, latar belakang kisah Pak Amat yang akhirnya menginisiasi mereka untuk membuat sebuah gerakan yang akan membersamai kesulitan masyarakat pesisir, khususnya dalam pengadaan perahu untuk mereka.

“InshaAllah, dalam program “Bantu 1000 Perahu Nelayan Sumut” banyak nelayan yang terbebaskan dalam penyewaan perahu dan mimpi mereka memiliki perahu sendiri pun terwujud,” ujar Ilham dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2/2021).

Untuk itu, Ilham berharap, dermawan Indonesia untuk ikut berperan dalam program ini, untuk membantu saudara-saudara nelayan yang menjadi pejuang lauk masyarakat di meja makan.

“Karena ada jerih payah mereka lah sehingga kita dapat menikmati gurihnya ikan dan santapan laut lainnya, dimeja makan kita hingga restauran mewah,” tutup Ilham. (*)



(Medan)
 

Belum ada Komentar untuk "Siapkan Program Bantu 1000 Perahu, Cara ACT Bantu Nelayan Sumut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel