Sesi Pertama Perdagangan: IHSG dan Rupiah Dibuka di Zona Merah, Harga Emas Terpuruk Ditengah Lonjakan Harga Minyak

Grafik IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (23/10/2026).lensamedan-ist

LensaMedan - Imbal hasil US Treasury 10 tahun mengalami penurunan di bawah angka 5%. Di pasar obligasi AS terjadi aksi beli seiring dengan maraknya penerbitan obligasi korporasi yang berkecimpung pada industri AI. 

Di sisi lainnya pelaku pasar mulai meragukan profitabilitas perusahaan AI, yang mengakibatkan investor mulai melirik surat utang pemerintah AS. Terlebih sebelumnya ada tekanan jual pada saham-saham sektor teknologi di AS.

Namun kabar tersebut dinilai Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, belum tentu menjadi sentimen positif bagi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Meski IHSG beberapa hari belakangan ini mengalami penguatan, namun masih dihantui oleh sentimen negatif eksternal dari MSCI. 

IHSG pada sesi pembukaan pedagangan pagi ini menguat di level 5.397, meskipun sejauh ini kembali ditransaksikan di zona merah. 

Ada banyak sentimen negatif yang bisa menekan IHSG selain dari ancaman MSCI. Kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$114,5 per barel menjadi salah satunya. 

Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona merah, meski demikian msih berpeluang untuk bergerak anomali dibandingkan dengan mayoritas bursa saham di Asia. 

“Kabar mengenai Danantara yang masuk ke pasar saham bisa membuat perbedaan pada IHSG di hari ini,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (23/10/2026). 

Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 18.050 per dolar AS. Walaupun dolar AS sendiri justru tidak mendapatkan sentimen positif dari sejumlah indikator keuangan AS seperti imbal hasil US Treasury maupun USD Index, namun Rupiah tetap cenderung melemah ditengah memburuknya sentimen di tanah air.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$3.993 per ons troy atau sekitar Rp2,3 juta per gram. Harga emas dunia terpuruk ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia. 

Pasar kembali mencemaskan eskalasi perang yang kembali memanas seiring dengan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi oleh Haouthi Yaman. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sesi Pertama Perdagangan: IHSG dan Rupiah Dibuka di Zona Merah, Harga Emas Terpuruk Ditengah Lonjakan Harga Minyak"

Posting Komentar

Sesi Pertama Perdagangan: IHSG dan Rupiah Dibuka di Zona Merah, Harga Emas Terpuruk Ditengah Lonjakan Harga Minyak

Grafik IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (23/10/2026).lensamedan-ist LensaMedan - Imbal hasil US Treasury 10 tahun mengalami penurun...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel