Rommy Van Boy Tampung Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan di Polonia
LensaMedan - Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, menampung sejumlah keluhan warga Medan Polonia terkait pelayanan Kesehatan.
Hal itu disampaikan Rommy Van Boy saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Starban Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (11/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rommy mengajak warga memanfaatkan forum sosialisasi untuk menyampaikan kendala yang dihadapi ketika mengakses layanan kesehatan, mulai dari pelayanan puskesmas, pengobatan, hingga proses rujukan ke rumah sakit.
Menurut Rommy, Pemerintah Kota Medan telah menyediakan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun, masukan dari warga tetap diperlukan untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.
"Kalau masih ada keluhan tentang pengobatan atau kendala ketika berobat ke puskesmas, sampaikan di sini. Ini menjadi masukan bagi kami dan pihak puskesmas untuk berbenah, baik dari sisi pelayanan, pengobatan, maupun fasilitas," ujar Rommy.
Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka alami sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.
Lurah Polonia, Fitra Azmayanti Nasution dalam sambutannya turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut lurah, upaya menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga kondisi lingkungan tempat tinggal.
Ia juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, mengingat wilayah tersebut pernah mengalami bencana serupa pada tahun sebelumnya.
Warga keluhkan akses layanan kesehatan
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi ketika mengakses pelayanan kesehatan, termasuk prosedur rujukan ke rumah sakit dan keterbatasan transportasi bagi pasien yang mengalami kesulitan berjalan.
Seorang warga menceritakan bahwa orangtuanya baru menjalani operasi dan belum mampu berjalan.
Namun, pihak keluarga diminta membawa pasien ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan sebelum mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi keluarga karena pasien membutuhkan bantuan untuk berpindah tempat, sementara biaya dan ketersediaan transportasi juga menjadi pertimbangan.
Menanggapi keluhan itu, perwakilan Puskesmas Medan Polonia, Dokter Dorana M. Pakpahan menjelaskan bahwa pemeriksaan pasien merupakan bagian dari prosedur pelayanan dan rujukan yang berlaku.
Meski demikian, pembahasan tersebut juga menyoroti perlunya mempertimbangkan kondisi pasien serta hambatan yang dihadapi keluarga.
Rommy meminta pihak terkait memperhatikan persoalan tersebut agar masyarakat tidak mengalami kesulitan berulang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Selain persoalan rujukan, warga juga menyinggung adanya rumah sakit yang disebut menyatakan kamar perawatan penuh ketika pasien menggunakan layanan tertentu, sementara kamar masih tersedia bagi pasien umum.
Persoalan tersebut turut menjadi perhatian dalam diskusi dan diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Sosialisasi cek kesehatan gratis
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Puskesmas Medan Polonia menyampaikan informasi mengenai program cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan.
Masyarakat diimbau memanfaatkan program tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.
Rommy menilai penyampaian informasi mengenai program kesehatan perlu ditingkatkan agar menjangkau seluruh masyarakat, terutama terkait jadwal dan lokasi pelaksanaan.
Ia meminta kepala lingkungan berperan aktif menyampaikan informasi kepada warga sehingga program yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Sosialisasi program kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian informasi secara umum. Koordinasi antara pihak kelurahan, kepala lingkungan, dan petugas kesehatan juga diperlukan agar masyarakat mengetahui cara mengakses layanan yang tersedia," tegas Rommy.
Soroti pendataan bantuan sosial
Selain pelayanan kesehatan, Rommy juga menyoroti persoalan pendataan warga yang membutuhkan bantuan sosial. Ia menyinggung adanya laporan mengenai warga lanjut usia yang tinggal di rumah tidak layak huni, tetapi disebut belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Rommy meminta aparat kelurahan dan kepala lingkungan lebih aktif turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat, terutama warga yang membutuhkan bantuan. Ia juga mengingatkan agar pengurusan administrasi masyarakat tidak dipersulit.
"Aparat pemerintahan di tingkat kelurahan perlu membantu warga dalam mengurus dokumen yang diperlukan untuk mengakses pelayanan publik maupun program bantuan," kata Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan ini.
Menanggapi persoalan tersebut, Lurah Polonia, Fitra Azmayanti Nasution menjelaskan bahwa pengusulan bantuan sosial telah dilakukan, termasuk melalui program bantuan yang disebut dalam forum sebagai PKH Medan Makmur.
"Namun, warga yang belum terdata diminta memastikan kelengkapan dokumen kependudukan, khususnya KTP elektronik," kata Fitra Azmayanti Nasution.
Karena itu, Fitra Azmayanti Nasution mengajak masyarakat melaporkan apabila terdapat kendala dalam proses pendataan agar dapat diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Warga pertanyakan pemasangan pipa air bersih
Dalam forum yang sama, Rommy menyampaikan bahwa warga turut mempertanyakan realisasi rencana pemasangan pipa air bersih di Jalan Pipa, Kelurahan Sari Rejo, dan Jalan Starban, Kelurahan Polonia.
Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi.
Rommy menyebut masukan warga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti.
"Melalui kegiatan sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2012 ini, saya selaku Anggota DPRD Kwota Medan berharap masyarakat semakin memahami haknya dalam memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan penyelesaian dari pemerintah," pungkasnya.
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Rommy Van Boy Tampung Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan di Polonia"
Posting Komentar