ReCity Medan Himpun Aspirasi Warga soal Kondisi Trotoar Kota Medan, Harus Saling Terhubung dan Nyaman

LensaMedan - ReCity Medan melakukan pengumpulan data dan aspirasi pengguna trotoar melalui kegiatan pre-event kampanye yang dikemas dalam bentuk pembuatan konten. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat menilai kondisi dan kualitas trotoar di Kota Medan.


Dalam konten tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka selama menggunakan trotoar di berbagai wilayah Kota Medan. Narasumber yang terlibat berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari 17 hingga 68 tahun. Aspirasi yang disampaikan pun beragam, mulai dari kondisi trotoar yang kurang terawat, keberadaan pedagang di atas trotoar, hingga harapan terhadap fasilitas pejalan kaki yang lebih nyaman dan merata.


Salah satu pengguna trotoar, Asma (67), menyoroti keberadaan aktivitas berjualan yang menggunakan ruang trotoar.


“Jalan trotoar yang kurang bagus ada di Simpang Limun banyak dipakai untuk berjualan,” ujar Asma, Jumat (9/10/26).


Meski demikian, tidak seluruh tanggapan yang didapatkan menunjukkan kondisi trotoar yang buruk. Sejumlah masyarakat menilai terdapat beberapa kawasan yang sudah memiliki trotoar dengan kondisi cukup baik. Salah satunya disampaikan Noval (24), seorang peminat olahraga lari, yang menilai kawasan Kebun Bunga dan Lapangan Benteng telah memberikan contoh fasilitas trotoar yang lebih baik.


“Beberapa udah oke, tapi beberapa belum bagus juga. Trotoar yang oke itu seperti di Kebun Bunga dan Lapangan Benteng. Maunya sih semua trotoar seperti itu, jangan hanya di beberapa titik di Kota Medan aja,” ujar Noval.


Selain kondisi fisik trotoar, aspirasi masyarakat juga menyoroti pentingnya fasilitas yang dapat digunakan secara inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah penggunaan guiding block yang berfungsi membantu teman netra dalam menemukan arah saat berjalan.


Koalisi Pejalan Kaki (KOPEKA) turut menyoroti persoalan tersebut. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan KOPEKA, masih ditemukan guiding block yang penempatannya belum tepat sehingga berpotensi membahayakan penyandang disabilitas. Persoalan ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas inklusif tidak cukup hanya dengan memasang fasilitas, tetapi juga perlu memperhatikan fungsi dan penempatannya.


“Yang kedua adalah kontinuitas. Trotoar yang benar itu harus menerus dan terhubung dari satu titik ke titik lainnya, sehingga pejalan kaki bisa mencapai tempat tujuan tanpa harus turun ke badan jalan atau terputus karena adanya hambatan. Jadi, bukan hanya sekadar tersedia trotoar, tetapi jalurnya juga harus saling terhubung dan dapat digunakan dengan aman dan nyaman,” ujar Abiyyi Yahya, selaku Koordinator KOPEKA Pusat.


Pengumpulan aspirasi melalui pre-event ini menjadi bagian dari rangkaian Kampanye ReCity Medan yang mengangkat isu hak dan kenyamanan pejalan kaki. Aspirasi masyarakat yang terkumpul diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai kondisi trotoar di Kota Medan sekaligus mendorong perhatian terhadap pembangunan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman, terhubung, dan inklusif.


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "ReCity Medan Himpun Aspirasi Warga soal Kondisi Trotoar Kota Medan, Harus Saling Terhubung dan Nyaman"

Posting Komentar

Pemerintah Targetkan 919 Unit Huntap di Sumut Rampung Akhir 2026

Deputi IV Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayah...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel