Perang AS – Iran akan Kembali Pecah, IHSG Terkoreksi Dalam
IHSG kembali membuka peluang koreksi teknikal lanjutan dan menguji level psikologis 6.000 ditengah kian memburuknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, mata uang Rupiah ditutup melemah di level 17.895 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kekhawatiran tekanan pada mata uang Rupiah dan IHSG sudah terlihat sejak sesi perdagangan pagi dibuka , dimana mayoritas busra saham di Asia mengalami pelemahan, sementara yield US Treasury juga kembali mengalami kenaikan dan berada dikisaran level 5,34% untuk tenor 10 tahun.
“Tekanan pada pasar keuangan kembali mencuat seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia jenis Brent yang ditransaksikan dikisaran US$105 per barel pada perdagangan sore,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (8/10/2026).
Kenaikan harga minyak mentah dikatakan Gunawan terjadi seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar bahwa perang akan kembali berkecamuk antara Iran dengan AS.
AS belakangan ini menolak untuk melakukan perdamaian dengan Iran dan kembali menegaskan untuk kembali melakukan serangan secara besar-besaran.
“Sontak kabar tersebut langsung menyulut kenaikan harga minyak yang berakibat menimbulkan tekanan pda pasar keuangan,” sebutnya.
Sementara itu harga emas mengalami terkoreksi di level US$4.122 per ons story, atau sekitar Rp2,38 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Perang AS – Iran akan Kembali Pecah, IHSG Terkoreksi Dalam"
Posting Komentar