Pasar masih Wait and See Jelang Data Inflasi, IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways
LensaMedan - Dalam sepekan kedepan ada banyak agenda ekonomi besar yang akan menjadi penggerak pasar selanjutnya.
Data inflasi dari AS dan China akan sangat menentukan pegerakan pasar keuangan dalam jangka pendek.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai, kedua data ter berpeluang menciptakan volatilitas yang tinggi pada sektor keuangan global.
Tren kebijakan suku bunga acuan global juga akan dipengaruhi oleh realisasi inflasi serta dinamika pasar obligasi yang belakangan ini alami tekanan.
Selain data inflasi, juga akan ada banyak data lain yang segera dirilis dan sangat berpeluang mencuiptakan voilatilitas kinerja sektor keuangan yang cukup tinggi.
Pada perdagangan awal pekan ini, pasar tidak akan banyak dibanjiri data ekonomi. Sentimen pasar terbilang minim, ditambah harga minyak mentah yang cenderung stabil dan imbal hasil US Treasury yang alami stagnasi.
Selain itu kinerja USD Index juga terpantau stabil dikisaran 102. Mata uang Rupiah ditransaksikan stabil dengan kecenderungan melemah di level 17.880 pada sesi perdagangan pagi.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diperdagangkan mendatar atau sideways. Setelah sempat dibuka menguat di level 6.109, kinerja IHSG berbalik arah dan sejauh ini berada di zona merah.
“Pasar keuangan di tanah air diproyeksikan akan bergerak mendatar hingga penutupan perdagangan. Volatilitas akan sangat terbatas, meskipun patut diwaspadai bahwa pasar keuangan kita masih rentan mengalami koreksi,” uja Gunawan di Medan, Senin (12/10/2026).
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.206 per ons troy atau sekitar Rp2,43 juta per gram. Harga emas menguat ditengah minimnyan sentimen pasar hari ini. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pasar masih Wait and See Jelang Data Inflasi, IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways"
Posting Komentar