Minim Sentimen Pasar, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat
LensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat cukup signifikan setelah sempat terlihat kurang meyakinkan di sesi perdagangan pertama. IHSG ditutup naik 1,21% di level 6.192,927.
Sejumlah emiten yang turut berkontirbusi pada penguatan IHSG di perdagangan hari ini diantaranya ada BUMI, AMMN, BMRI, PTBA hingga GOTO.
Penguatan ini menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia.
"Kinerja IHSG yang menguat juga terdorong oleh membaiknya kinerja mata uang Rupiah yang ditutup menguat tipis di level 17.890 per Dolar AS," ujar Gunawan di Medan, Selasa (6/10/2026).
Diterangkannya, selain penguatan Rupiah yang turut menopang penguatan pada kinerja IHSG, melemahnya harga minyak mentah juga turut memberikan keuntunan bagi IHSG maupun Rupiah ditengah minimnya agenda ekonomi.
Pasar keuangan di Asia pada perdagangan besok juga tidak akan sesibuk seperti biasanya. Pasar keuangan di China akan diliburkan seiring dengan perayaan hari besar nasional China.
"Sehingga lagi lagi sentimen pasar masih akan sangat terbatas, dan pasar keuangan masih akan mengandalkan sejumlah sentimen tanah air seperti rilis data cadangan devisa," terangnya.
Di sisi lain, kata Gunawan melanjutkan, harga emas dunia ditransaksikan sedikit menguat ke level US$4.153 per ons troy, atau sekitar Rp,2,39 juta per gram.
Melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS di bulan Oktober kembali mendorong kenaikan pada harga emas dunia di hari ini.
"Meskipun terbilang belum ditopang oleh fundamental yang kuat, namun untuk sementara waktu sentimen yang berkembang lebih banyak menjadi angin segar bagi harga emas," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Minim Sentimen Pasar, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat "
Posting Komentar