Jelang Porprovsu XII 2026, Pengurus Cabor Medan Keluhkan Persiapan Kontingen Belum Jelas
LensaMedan – Persiapan kontingen Kota Medan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026 menuai sorotan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Mereka mempertanyakan kejelasan koordinasi dan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan yang kini menangani persiapan kontingen, menggantikan peran KONI Medan.
Porprovsu XII dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, sejumlah pengurus cabor mengaku belum mendapatkan kepastian menyeluruh mengenai kebutuhan atlet, fasilitas latihan, perlengkapan pertandingan, hingga program pemusatan latihan.
Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Medan, Bobby Oktavianus Zulkarnaen, menyayangkan belum jelasnya mekanisme persiapan kontingen yang disampaikan Dispora Medan kepada cabor.
Menurut Bobby, informasi yang diterima sejauh ini masih berkaitan dengan penyediaan fasilitas tertentu, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, rencana pemantauan kesiapan masing-masing cabor belum mendapat kepastian.
“Belum ada (kejelasan). Dispora hanya memberikan kabar kepada cabor terkait persiapan fasilitas, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, untuk persiapan lainnya belum ada kejelasan dan masih seperti sebelumnya,” ujar Bobby kepada awak media.
Ia menilai, apabila Dispora Medan mengambil alih pengelolaan kontingen Porprovsu XII 2026, tanggung jawab tersebut semestinya dijalankan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pemenuhan kebutuhan atlet dan cabor.
“Kalau memang mau mengambil alih kegiatan Porprovsu ini, seharusnya menyeluruh. Jangan hanya fasilitas yang ada anggarannya saja,” tegasnya.
Target Juara Umum Butuh Persiapan Matang
Bobby mengatakan, persiapan kontingen tidak cukup hanya dengan menyediakan perlengkapan tertentu. Koordinasi yang jelas dibutuhkan agar setiap cabor dapat menyusun program latihan, mempersiapkan atlet, dan mengetahui bentuk dukungan pemerintah menjelang pertandingan.
Menurutnya, Kota Medan memiliki potensi olahraga yang besar di Sumatera Utara. Karena itu, pembinaan dan persiapan atlet perlu mendapat perhatian serius agar target meraih juara umum Porprovsu dapat diperjuangkan secara maksimal.
Ia juga berharap Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melihat persoalan tersebut dari perspektif pembinaan dan prestasi olahraga, dengan mengutamakan kebutuhan para atlet.
“Kita berharap Pak Wali Kota juga bisa melihat ini dari sisi olahraganya, jangan dari sisi politiknya. Rata-rata atlet ini tidak mengerti berpolitik. Yang penting bagi mereka adalah bermain dan berprestasi,” katanya.
Bobby menambahkan, ketidakjelasan pembagian tugas dan koordinasi dapat menyulitkan pengurus cabor dalam menentukan langkah persiapan. Padahal, waktu menuju kompetisi semakin terbatas.
“Kalau memang sejak awal Dispora mau memegang cabor sebagai peserta Porprovsu, seharusnya dilakukan dari awal. Dengan begitu, kami juga tahu harus melakukan apa untuk mengarahkan persiapan dan mewujudkan Medan menjadi juara umum,” ujarnya.
Pertina Medan Tunggu Kepastian Perlengkapan dan Pemusatan Latihan
Keluhan serupa disampaikan Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Medan, Adol Frian Rumaijuk.
Adol mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Dispora Medan yang meminta pendataan atlet dan tim untuk kebutuhan Porprovsu XII 2026. Namun, menurutnya, surat tersebut belum disertai penjelasan terperinci mengenai kebutuhan teknis dan dukungan persiapan bagi cabang olahraga.
Ia menyebutkan, data yang diminta sejauh ini meliputi nama pelatih, atlet, nomor rekening, dan jenis kelamin. Sementara itu, informasi mengenai perlengkapan pertandingan, pakaian atlet, serta pemusatan latihan belum disampaikan secara jelas.
“Sejauh ini, Dispora kemarin ada menyurati kita untuk permintaan data tim. Namun, dalam surat itu tidak ada menyangkut peralatan pertandingan maupun kebutuhan lainnya. Untuk pemusatan latihan juga belum ada kejelasan,” ujar Adol.
Menurutnya, pendataan atlet memang merupakan bagian penting dari persiapan kontingen. Namun, proses tersebut perlu diikuti dengan kepastian mengenai dukungan anggaran, perlengkapan, dan program latihan agar atlet dapat mempersiapkan diri secara optimal.
Adol berharap Pemko Medan segera memberikan respons serta menyampaikan jadwal dan mekanisme persiapan yang akan dijalankan. Kepastian tersebut dinilai penting agar pengurus cabor dapat menyesuaikan program pembinaan dengan kebutuhan pertandingan.
“Harapan kita bisa bertemu dengan wali kota, ada tindak lanjut. Namun, sampai saat ini belum ada respons ataupun jadwal yang jelas, sehingga kita juga semakin pesimis,” tutupnya.
Dengan jadwal Porprovsu XII yang semakin dekat, para pengurus cabor berharap Dispora Medan segera memperjelas mekanisme koordinasi, dukungan teknis, dan program persiapan kontingen agar atlet dapat fokus mengejar prestasi untuk Kota Medan.
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Jelang Porprovsu XII 2026, Pengurus Cabor Medan Keluhkan Persiapan Kontingen Belum Jelas"
Posting Komentar