IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah dan Emas Terkoreksi
Minimnya agenda ekonomi besar menurut Analis keuangan Sumatra, Gunawan Benjamin, pada dasarnya berpeluang mendorong penguatan pada kinerja sektor keuangan.
Terlebih harga minyak mentah dunia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah ke level US$100 per barel untuk jenis Brent.
Dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan ditransaksikan menguat tipis ke level 6.149. Secara teknikal IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 6.100 hingga 6.170.
“Meski demikian pelaku pasar tetap mewaspadai pergerakan bursa saham di Asia yang cenderung mendatar, karena sangat berpeluang membuat IHSG bergerak ke teritori negatif selama sesi perdagangan berlangsung,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (6/10/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan stabil dengan kecenderungan melemah dikisaran level 17.915 per Dolar AS.
Rupiah berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang angka 17.850 hingga 17.950 selama sesi perdagangan berlangsung.
Gunawan mennyebut, Rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen negatif eksternal dari pasar obligasi. Tekanan jual pada surat hutang AS masih berpeluang mendorong tekanan serupa pada pasar keuangan tanah air.
“Sehingga Rupiah belum akan keluar dari tekanan dalam jangka pendek. Pasar masih dibayangi inflasi besar ditengah konflik di timur tengah yang belum usai,” sebutnya.
Terpisah harga emas ditransaksikan turun ke level US$4.126 per ons troy, atau sekitar Rp2,38 juta per gramnya. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah dan Emas Terkoreksi"
Posting Komentar