Belum Mampu Bangkit, IHSG Terpuruk Tinggalkan Level 5.000
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG ditutup melemah 3,64% di level 4.996,609.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan sore mencoba mengurangi kerugian meski pada akhirnya tetap gagal ditutup di atas level psikologis 5.000.
IHSG pada perdagangan awal pekan ini ditutup melemah 3,64% di level 4.996,609, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertingginya 5.012.
IHSG yang sedari awal pembukaan langsung berada di bawah level psikologis 5.000, sempat mengakumulasi koreksi lebih dari 16% sejak perdagangan akhir pekan kemarin.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, potensi penguatan IHSG dalam jangka pendek bisa saja terjadi, apabila sikap MSCI melunak setelah sebelumnya sempat akan menurunkan klasifikasi pasar saham di tanah air.
Untuk hari ini saja, ada 656 emiten di bursa yang mengalami koreksi, 100 diantaranya menguat dan 43 saham lainnya bergerak stabil.
“Dari 100 saham yang alami penguatan tersebut beberapa diantaranya ada PTBA, AADI, DSSA, PGAS, INCO hingga ITMG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (19/10/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah ke level 18.030 per Dolar AS. Tekanan pada mata uang Rupiah belakangan ini, khususnya sejak tekanan hebat terjadi setelah publikasi MSCI.
Melemahnya Rupiah di atas 18 ribu per Dolar AS dikatakan Gunawan sangat berbeda jauh dengan sejumlah indikator keuangan AS yang justru pada dasarnya bisa melemahkan kinerja Dolar AS.
Buruknya tekanan pasar keuangan domestik setelah lembaga pemeringkat efek membuat Rupiah juga harus mengalami tekanan, sekalipun tidak didukung oleh sentimen domestik yang sejatinya bisa melemahkan Rupiah.
“Dan sentimen negatif saat ini telah mengisolasi sektor keuangan di tanah air dari sejumlah indiaktor keuangan maupun ekonomi yang seharusnya menguntungkan IHSG maupun Rupiah,” katanya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.169 per ons troy, atau masih dikisaran Rp2,4 juta per gramnya.
Harga emas masih mampu menahan sentimen negatif dari rilis data inflasi AS sebelumnya, meskipun sejauh ini terlihat mulai merasakan dampak dari kenaikan harga minyak mentah dunia. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Belum Mampu Bangkit, IHSG Terpuruk Tinggalkan Level 5.000"
Posting Komentar