September Diproyeksikan Inflasi, Komoditas Pemicu Utama masih Cabai Merah
Seorang petani cabai merah di Kecamatan Ramunia Kabupaten Deli Serdang sedan memanen tanaman cabai miliknya. Di bulan September harga cabai merah yang kerap bertahan mahal diproyeksi akan menjadi pemicu utama inflasi.lensamedan-juli simanjuntakPemerhati ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pemicu utama kenaikan laju tekanan inflasi di Sumut adalah kenaikan cabai merah sekitar 50%, sawi hijau sekitar 50%, daging ayam 7%-an, dan telur ayam berkisar 1,3%.
Selain itu, sejumlah kebutuhan pangan lainnya seperti ikan gembung, udang, ikan tongkol, wortel, ikan dencis dan bayam juga diproyeksi akan memberikan andil inflasi.
Di sisi lain, ada sejumlah kebutuhan pangan harian yang mengalami penurunan secara bulanan. Diantaranya ada cabai rawit yang turun hingga mencapai 16%-an, minyak goreng curah 0,9%, bawang merah sekitar 7%, tomat 14%-an, kentang turun sekitar 12%. Disusul dengan sejumlah komoditas lainnya seperi kacang panjang hingga emas perhiasan.
“Dari keseluruhan komoditas yang berfluktuasi tersebut, saya memperkirakan inflasi Sumut pada bulan September secara bulanan akan mencapai 0,3%, atau bahkan melebihi batasan angka tersebut,” ujar Gunawan di Medan, Senin (28/9/2026).
Disebutkan Gunawan, laju tekanan inflasi pada bulan September ini lebih dikarenakan oleh gangguan supply (persediaan). Musim panen cabai di wilayah Sumut yang berakhir seperti di wilayah Batubara mendorong kenaikan harga cabai merah.
Ditambah lagi dengan persediaan cabai dari wilayah Aceh yang terbilang sangat minim, sehingga mendatangkan cabai dari luar Aceh termasuk Sumut menambah beban laju tekanan inflasi di bulan September ini.
Dan pada bulan Oktober (pertengahan - akhir) mendatang Aceh akan memasuki musim panen cabai, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan supply.
Hanya saja panen dari Aceh nantinya juga akan terganggu oleh kemungkinan memburuknya pasokan di wilayah Indonesia yang terkena dampak langsung gelombang El Nino. Sehingga masih ada ketidakpastian pergerakan harga kedepan.
“Mitigasi pengendalian harga kebutuhan masyarakat kedepan akan menghadapi masalah serius dari gangguan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di tanah air,” tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "September Diproyeksikan Inflasi, Komoditas Pemicu Utama masih Cabai Merah"
Posting Komentar