Harga Minyak Dunia Naik Ancam Kinerja Sektor Keuangan

Kapal Tanker yang dikelola Pertamina International Shipping (PIS) saat melintasi samudra setelah berhasil melewati Selat Hormuz. Pada perdagangan pagi Rabu (2/9/2026), harga minyak dunia melambung tinggi sehingga memberi dampak negatif terhadap pasar keuangan.lensamedan-ist

LensaMedan - Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang signifikan pada perdagangan pagi ini. Untuk jenis WTI harganya sudah melambung ke level US$91 per barel, sementara untuk jenis Brent pada perdagangan pagi ini ditransaksikan dikisaran harga US$96 per barel.

Aksi jual beli serangan kembali terjadi antara Iran dengan AS. Perang kembali berkecamuk, yang memicu sentimen buruk bagi pasar keuangan.

Mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan di zona merah, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu diperdagangkan di zona hijau dan terpantau tidak jauh dari posisi penutupan sebelumnya.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG menguat di level 6.625. Sejauh ini penguatan IHSG mulai terkikis yang memberikan ruang bagi potensi IHSG mengalami koreksi.

Ditambah lagi kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini terkoreksi ke level 17.760 per Dolar AS.

Tekanan pada mata uang Rupiah kembali menguat seiring dengan ekspektasi inflasi yang kian suram kedepan. Lompatan pada harga minyak mentah akan menggiring tren pembentukan suku bunga acuan yang cenderung naik.

Dampak buruknya akan merembet ke IHSG dan Rupiah. Beban anggaran akan semakin besar yang membuat kemampuan pemerintah dalam menstimulan perekonomian menghadapi sejumlah tantangan serius.

“Sehingga IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang ditransaksikan dalam rentang 6.570 hingga 6.690. Sementara itu mata uang Rupiah berpeluang untuk mkenguji level psikologis 17.800,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (2/9/2026).

Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.305 per ons troy, atau sekitar Rp2,47 juta pe rgram.

Secara teknilkal kata Gunawan, harga emas akan tertahan sementara waktu di harga psikologis US$4.300 dan berpeluang mengalami tekanan lanjutan dalam jangka pendek jika harga minyak mentah dunia kian mendekati level US$100 per barel.

“Dan bukan hanya akan menekan harga emas, IHSG dan Rupiah juga dalam ancaman serius,” pungkasnya. (juli simanjuntak)

 

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Dunia Naik Ancam Kinerja Sektor Keuangan"

Posting Komentar

Peresmian Dojang Adhyaksa Taekwondo Club, Tak Ada Perwakilan Dispora Medan Hadir

LensaMedan - Peresmian Dojang Adhyaksa Taekwondo Club di Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan berlangsung meriah, Kamis (3/9/2026) pagi. Nam...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel