USU Dorong Kesehatan Gigi Anak melalui Program DUTACERIA
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) berfoto bersama saat menggelar Program DUTACERIA (Dukungan Guru dan Orang Tua Ciptakan Edukasi Rawat Gigi Anak) di SD Tunas Harapan Islam (THI) Medan, Sabtu (25/7/2026).lensamedan-istLensaMedan — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) melalui koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat -LPPM USU menghadirkan Program DUTACERIA (Dukungan Guru dan Orang Tua Ciptakan Edukasi Rawat Gigi Anak) di SD Tunas Harapan Islam (THI) Medan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui Hibah PKM TALENTA USU Tahun 2026.
Program DUTACERIA dirancang untuk memperkuat peran guru dan orang tua sebagai mitra dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak, khususnya melalui edukasi, pencegahan, serta kemampuan mengenali tanda-tanda awal penyakit gigi dan mulut.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat USU, drg. Nevi Yanti, Sp.KG., Subsp.KE(K)., M.Kes., mengatakan bahwa upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya tenaga kesehatan.
“Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak tidak cukup hanya dengan membawa anak ke dokter gigi ketika sudah mengalami keluhan. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi perlu dibangun sejak dini dan dilakukan secara konsisten di rumah maupun di sekolah. Karena itu, guru dan orang tua memiliki peran penting dalam pencegahan dan deteksi dini,” ujar drg. Nevi Yanti.
Edukasi, Demonstrasi, dan Praktik Langsung
Narasumber memberikan materi tentang Kesehatan gigi saat kegiatan
edukasi di SD Tunas Harapan Islam Medan, Sabtu (25/7/2026).lensamedan-istKegiatan DUTACERIA tidak hanya dilakukan melalui penyuluhan, tetapi juga melalui demonstrasi dan praktik langsung. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi secara interaktif, sesi tanya jawab, demonstrasi teknik menyikat gigi, serta praktik deteksi dini menggunakan model peraga gigi.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan penyakit gigi dan mulut pada anak, teknik menyikat gigi yang tepat, pengenalan tanda-tanda awal karies, penyakit pulpa dan peradangan gusi, serta pemahaman mengenai kapan anak perlu mendapatkan pemeriksaan dan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui pendekatan tersebut, guru dan orang tua tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam mendampingi anak di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan edukasi menghadirkan sejumlah dokter gigi spesialis dari FKG USU sebagai narasumber, yaitu drg. Fitri Yunita Batubara, Sp.KG., MDSc., drg. Dennis, Sp.KG., Subsp.KE(K)., MDSc., Ph.D., drg. Sayuti Hasibuan, Sp.PM., serta drg. Veronica Angelia, Sp.Pros., MDSc.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh tujuh dokter peserta Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Konservasi Gigi FKG USU, yaitu drg. Fajri Akbar, drg. Defrina Rianda, drg. Loviora Triesti, drg. Agnesia Stefanni, drg. Richardo Julius Jeremia Sinaga, drg. Bryan Julio Hasim, dan drg. Thresia Ruth Aletta Purba, serta tiga mahasiswa koas FKG USU, yaitu Anggi Yulia Asri Ritonga, S.K.G., Zia Zafirah, S.K.G., dan Sarah Pinkan Audiva Sirait, S.K.G.
Revitalisasi Ruang UKGS
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, drg. Nevi Yanti,
Sp.KG. Subsp.KE(K)., M.Kes., didampingi seluruh narasumber berfoto bersama
Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SD Tunas Harapan Islam Medan usai penyerahan
UKGS.lensamedan-istSelain kegiatan edukasi dan pelatihan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat USU juga melakukan revitalisasi sarana Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di SD Tunas Harapan Islam Medan.
Revitalisasi meliputi pembaruan ruang UKGS serta penyediaan media edukasi berupa poster kesehatan gigi dan mulut, buku saku, dan seminar kit. Revitalisasi tersebut ditandai dengan peresmian Gedung UKGS Duta Ceria sebagai sarana pendukung kegiatan edukasi dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah.
Keberadaan ruang UKGS yang telah diperbarui diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai ruang pendukung kegiatan edukasi, pemantauan, dan pembiasaan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut anak.
Pengetahuan Guru dan Orang Tua Meningkat
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan penyakit gigi dan mulut serta alur rujukan apabila ditemukan masalah yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Antusiasme juga terlihat selama sesi diskusi dan praktik. Guru dan orang tua peserta mengikuti demonstrasi teknik menyikat gigi serta latihan mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan gigi dan mulut menggunakan media peraga.
Salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih praktis mengenai cara mendampingi anak menjaga kesehatan gigi, terutama dalam mengenali kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Pihak SD Tunas Harapan Islam Medan menyambut baik pelaksanaan Program DUTACERIA dan revitalisasi UKGS. Program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi sekolah, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua sekaligus menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut anak secara berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Tim Pengabdian kepada Masyarakat USU. Kehadiran ruang UKGS yang baru serta pelatihan bagi guru dan orang tua ini menjadi aset berharga bagi sekolah kami dalam mewujudkan generasi anak didik yang sehat, percaya diri, dan berprestasi,” ungkap Kepala SD Tunas Harapan Islam Medan.
Melalui Program DUTACERIA, Tim Pengabdian kepada Masyarakat USU berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua dapat terus dikembangkan sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit gigi dan mulut pada anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pengabdian berbasis sekolah yang dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah dasar lainnya, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perilaku hidup sehat dan meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut anak. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "USU Dorong Kesehatan Gigi Anak melalui Program DUTACERIA"
Posting Komentar