Tak Terpengaruh Harga Minyak yang Naik, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), IHSG mampu bertahan di zona hijau selama perdagangan berlangsung.lensamedan-istAnalis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penguatan IHSG terjadi saat mayoritas bursa saham di Asia alami penguatan, ditambah dengan Rupiah yang juga menguat ke level 17.740 per DolarAS.
“Pasar keuangan domestik diuntungkan dengan kinerja USD Index yang memburuk, imbal hasil US Treasury yang mengalami tekanan, ditambah dengan sentimen dari The FED dalam FOMC minutes yang dianggap bukan sebuah ancaman besar,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (20/8/2026).
Sentimen pasar selanjutnya disebutkan Gunawan akan tertuju pada data neraca pembayaran tanah air yang akan dirilis pada perdagangan besok. Sebelumnya di kuartal pertama neraca pembayaran tanah air mengalami defisit sebesar 1,9%. Jika defisit terus berlanjut maka berpeluang memicu tekanan pada mata uang Rupiah.
“Ditengah gejolak geopolitik saat ini, potensi ancaman defisit berlanjut semakin besar,” sebutnya.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali menguat ke level US$93,9 per barel untuk jenis Brent. Kenaikan harga minyak mentah tersebut kian memperkeruh ekspektasi terhadap kinerja pasar keuangan besok. Pasar kembali dihantui kemungkinan eskalasi perang yang kian memburuk.
Harga emas dunia sejauh ini merespon negatif kenaikan harga minyak mentah. Pada perdagangan sore harga emas masih ditransaksikan di bawah level psikologis US$4.500 per ons troy, atau tepatnya di kisaran harga US$4.493 per ons troy nya. Jika dirupiahkan harga emas saat ini ditransaksikan sekitar 2,57 juta per gram nya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tak Terpengaruh Harga Minyak yang Naik, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat"
Posting Komentar