Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sofyan Tan Tekankan Peran Guru Bentuk Karakter Kebangsaan
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, saat menggelar sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara, di Auditorium Djonny Taslim, Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan, Selasa (25/8/2026).lensamedan-istLensaMedan - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, mengajak guru dan kepala sekolah menjadikan nilai-nilai empat pilar berbangsa dan bernegara sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat membentuk karakter siswa, bukan sekadar materi yang dihafalkan ke peserta didik.
Hal itu disampaikan Sofyan Tan saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Auditorium Djonny Taslim, Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Selasa (25/8/2026).
Sofyan Tan menjelaskan, empat pilar yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan berbangsa sekaligus karakter generasi muda.
Menurut dia, sekolah memiliki posisi strategis karena guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan cara berpikir peserta didik sebagai warga negara.
“Pancasila jangan hanya diajarkan untuk dihafal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita melihat dan merasakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sofyan Tan di hadapan sekitar 150 guru dan kepala sekolah dari berbagai sekolah di Kota Medan yang hadir sebagai peserta.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut kemudian menjelaskan makna lima sila Pancasila melalui pengalaman dan kiprahnya di dunia pendidikan.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut Sofyan Tan, harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap keyakinan dan kebebasan menjalankan ibadah. Nilai tersebut, kata dia, juga menjadi salah satu dasar dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai perbedaan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, diterapkan melalui sikap menghargai setiap manusia tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, suku maupun agama. Sementara sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi landasan untuk membangun sekolah sebagai ruang perjumpaan berbagai perbedaan.
“Saya membangun sekolah bukan hanya sekedar untuk anak keluarga tidak mampu. Tapi anak keluarga tidak mampu dari berbagai latar belakang tanpa Batasan suku bnagsa, ras dan agama. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Di situlah persatuan kita praktikkan,” ujarnya.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menurut legislator dari Dapil Sumut I itu, dapat diterapkan melalui budaya berdialog, bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain, termasuk dalam lingkungan sekolah. Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, diwujudkan dengan memberikan akses pendidikan yang adil dan kesempatan yang setara bagi setiap anak.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) itu menegaskan, pendidikan merupakan salah satu jalan paling penting untuk menghadirkan keadilan sosial. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang membuka kesempatan, bukan memperlebar kesenjangan.
Ia berharap para guru dapat menjadi teladan dalam menerapkan empat pilar tersebut sehingga nilai kebangsaan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dalam perilaku peserta didik.
“Kalau guru memberikan contoh tentang toleransi, gotong royong, keadilan, musyawarah dan menghargai perbedaan, anak-anak akan belajar Pancasila bukan hanya dari buku, tetapi dari kehidupan mereka sendiri,” katanya.
Sofyan Tan menambahkan, penguatan empat pilar semakin penting di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda. Karena itu, sekolah dan guru diharapkan mampu menjadi benteng yang menanamkan kecintaan terhadap Indonesia sekaligus membentuk generasi yang terbuka terhadap perbedaan, tetapi tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Indonesia kuat bukan karena kita semua sama. Indonesia kuat karena kita mampu hidup bersama dalam perbedaan,” pungkasnya. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sofyan Tan Tekankan Peran Guru Bentuk Karakter Kebangsaan"
Posting Komentar