Sofyan Tan Ajak Mahasiswa Jadikan Pancasila Sebagai Kompas Saat Masuki Dunia Profesional
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan, Sabtu (29/8/2026). LensaMedan - Memasuki dunia profesional tidak cukup hanya dengan ijazah, kemampuan akademik, dan keterampilan teknis. Generasi muda juga membutuhkan kompas moral agar ilmu yang dimiliki tetap berpihak pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan.
Pesan itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa semester akhir di Kota Medan yang tergabung dalam Persatuan Alumni dan Mahasiswa Aspirasi dr Sofyan Tan (Pamas).
Sofyan Tan menekankan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh dipahami sebatas materi hafalan atau seremoni kenegaraan. Keempatnya harus tercermin dalam keputusan dan perilaku sehari-hari, terutama saat mahasiswa memasuki dunia kerja dan pengabdian.
“Ketika kalian nanti bekerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga, apakah pekerjaan itu memberikan manfaat bagi orang lain dan bagi bangsa,” pesan Legislator Dapil Sumut 1 itu.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak manusia pintar, tetapi juga pribadi yang mampu menggunakan ilmunya secara bertanggung jawab.
Pancasila menjadi kompas dalam menentukan sikap, UUD 1945 menjadi landasan memahami hak dan kewajiban, NKRI meneguhkan kesadaran bahwa setiap kontribusi berkaitan dengan kepentingan Indonesia, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya hidup dan bekerja bersama di tengah perbedaan.
“Kalau kalian pintar tetapi tidak punya karakter, kepintaran itu bisa menjadi masalah. Tetapi kalau ilmu, karakter, dan rasa tanggung jawab berjalan bersama, kalian bisa menjadi kekuatan bagi bangsa,” ujarnya.
Sofyan Tan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengukur keberhasilan hanya dari kecepatan memperoleh pekerjaan atau tingginya jabatan. Keberhasilan juga terlihat dari kemampuan menjaga integritas ketika mendapat kepercayaan.
Mahasiswa Pamas, katanya, memiliki pengalaman dalam memperjuangkan kesempatan belajar dan berkembang. Karena itu, ia berharap pengalaman tersebut mendorong mereka untuk tidak melupakan masyarakat setelah mencapai kehidupan yang lebih baik.
“Jangan sampai setelah berhasil, kita lupa bahwa masih banyak orang yang membutuhkan kesempatan. Ilmu yang kita dapat harus membuka pintu bagi orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri,” katanya.
Ia mengajak generasi muda tidak mudah terpecah oleh perbedaan identitas, pilihan, dan pandangan. Perbedaan merupakan kenyataan dalam kehidupan Indonesia, sementara kemampuan mengelolanya menjadi salah satu kekuatan bangsa.
Tantangan generasi muda, lanjutnya, bukan hanya persaingan memperoleh pekerjaan, tetapi juga mempertahankan kejujuran, kepedulian, dan persatuan di tengah derasnya arus informasi serta perubahan sosial. Karena itu, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan penting sebagai fondasi agar kebebasan berpikir tetap memiliki arah dan tanggung jawab.
Sofyan Tan berharap para mahasiswa membawa nilai-nilai tersebut ke dunia kerja, pemerintahan, usaha, maupun ruang pengabdian lainnya. Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemegang jabatan, tetapi juga oleh jutaan anak muda yang setiap hari mengambil keputusan dalam kehidupan mereka.
“Bangsa ini tidak dibangun hanya oleh orang-orang besar. Bangsa ini dibangun oleh orang biasa yang setiap hari memilih untuk jujur, bekerja dengan baik, menghormati orang lain, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sofyan Tan Ajak Mahasiswa Jadikan Pancasila Sebagai Kompas Saat Masuki Dunia Profesional"
Posting Komentar