Jelang Rencana Damai Iran - AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat
LensaMedan - Kabar positif dari Selat Hormuz kembali berpeluang mendorong terjadinya perbaikan pada kinerja pasar keuangan pada hari ini.
Iran dan Oman dikabarkan tengah menyusun pengaturan pelayaran komersial Selat Hormuz.
Di sisi lainnya, pelaku pasar dikatakan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, tengah menanti kesepakatan perdamaian baru antara Iran dengan AS, dimana AS sendiri memperkirakan kesepakatan akan tercipta jelang akhir pekan ini.
Harga minyak mentah dunia sejauh ini ditransaksikan dengan kecenderungan melemah di bawah US$80 per barel.
Sentimen geopolitik masih menjadi penggerak utama harga minyak mentah.
"Pelaku pasar masih mengambil posisi wait and see jelang kemungkinan kesepakatan antara kedua belah pihak," kata Gunawan di Medan, Kamis (6/8/2026).
Gunawan mengatakan, kinerja sektor keuangan pada perdagangan pagi ini menunjukan bahwa sejauh ini pasar merespon positif rencana damai antara Iran dengan AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat di level 6.379, sementara mata uang Rupiah juga mampu menguat di level 17.915.
Kinerja Dolar AS sendiri masih dibawah tekanan sejalan dengan memburuknya kinerja USD Index dikisaran level 99,6.
Selama sesi perdagangan berlangsung, baik Rupiah dan IHSG berpeluang ditransaksikan di zona hijau.
"Rupiah berpeluang bergerak dalam rentang 17.900 hingga 17.970 ribu per Dolar AS, sementara IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 6.330 hingga 6.390," sebutnya.
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan menguat tipis di kisaran level US$4.154 atau masih dikisaran harga Rp2,4 juta per gramnya.
Harga emas masih diuntungkan dengan meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Jelang Rencana Damai Iran - AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat"
Posting Komentar