Jelang Aksi Demonstrasi, Rupiah Parkir di Zona Hijau Tapi IHSG Ditutup Melemah
LensaMedan - AS akan merilis data inflasi yang sangat menentukan pergerakan pasar dalam jangka pendek. Data inflasi AS akan menjadi rujukan atau ekspektasi kinerja pasar keuangan dalam jangka pendek.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, jika inflasi AS nantinya mengalami kenaikan melampaui ekspketasi, maka besar kemungkinan Dolar AS berpeluang menekan mata uang rivalnya tanpa terkecuali mata uang Rupiah.
Inflasi inti AS diperkirakan akan naik sebanyak 0,2% secara bulanan, dan realisasi angka yang lebih rendah berpeluang membuat Rupiah menguat.
“Dan pada penutupan perdagangan hari ini, Rupiah menguat di level 17.695. Penguatan tersebut bersamaan dengan jadwal fit and proper test calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, Destri Damayanti,” kata Gunawan di Medan, Rabu (26/8/2026).
Namun sayangnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 1,48% di level 6.405,685.
Pelemahan IHSG ini disebutkan Gunawan bertolak belakang dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang mampu ditutup menguat. Jelang rencana aksi demonstrasi besok, IHSG bergerak anomali dibandingkan kebanyakan bursa saham di Asia lainnya.
‘Selama sesi perdagangan berlangsung IHSG sempat bolak balik di dua zona yang berbeda. Namun tekanan IHSG terlihat alami peningkatan pada sesi perdagangan kedua hingga penutupan,” sebutnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.618 per ons troy, atau sekitar Rp2,64 juta per gram.
Harga emas mengalami tekanan teknikal setelah menguat cukup signifikan pada sesi perdagangan waktu AS. Secara fundamental harga emas masih memiliki fundamental yang solid ditengah kemungkinan peningkatan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk " Jelang Aksi Demonstrasi, Rupiah Parkir di Zona Hijau Tapi IHSG Ditutup Melemah"
Posting Komentar