IHSG Berhasil Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Terkoreksi

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (31/8/2026), IHSG mampu berbalik arah dan ditutup menguat 0,11% di level 6.525,478.lensamedan-ist

LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah dan akhirnya ditutup menguat 0,11% di level 6.525,478 setelah selama sesi perdagangan berlangsung IHSG ditransaksikan dalam rentang 6.476 hingga 6.528. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sesi perdagangan pertama menjadi sesi yang paling berat bagi kinerja IHSG secara keseluruhan, namun IHSG terus mencoba melawan tekanan hingga mampu menguat tipis pada sesi penutupan. 

‘Sejumlah emiten yang turut berkontribusi terhadap penguatan IHSG diantranya ada BBRI, BBNI, BUMI, ADRO hingga ENRG,” ujar Gunawan di Medan, Senin (31/8/2026).

Sementara itu mata uang Rupiah ditutup melemah di level 17.710 per Dolar AS. Rupiah melalui perdagangan hari ini dengan banyak diterpa sentimen negatif. Kinerja USD Index dan imbal hasil US Treasury yang relatif stabil selama sesi perdagangan berlangsung, membuat Rupiah bergerak dalam rentang yang terbatas antara 17.710 hingga 17.750.

Gunawan menyebut, sentimen negatif yang menekan Rupiah pada perdagangan hari ini juga tidak bisa dilepaskan dari kenaikan harga minayk mentah dunia. Dimana untuk jenis Brent pada perdagangan sore ini sudah berada dikisaran US$91 per barel. 

Pelaku pasar mendapatkan kabar terbaru dari Timur Tengah, dimana AS kembali melakukan serangan terhadap Iran. Dinamika politik yang tidak menentu ini memberikan gambaran yang buruk terhadap ekspektasi laju kenaikan inflasi kedepan. 

Tekanan pada sisi harga berpeluang kian memburuk, yang siap memutarbalikan arah spekulasi kebijakan moneter Bank Sentral ke arah pengetatan. 

Spekulasi kenaikan suku bunga acuan kembali mencuat, terlebih potensi konfrontasi di Timur tengah saat ini juga menyasar negara mitra dagang Iran seperti China dan Rusia.

Alhasil harga emas dunia masih berkutat dikisaran US$4.441 per ons troy, atau sekitar Rp2,54 juta per gram. 

Harga emas terlihat kesulitan untuk bangkit setelah mengalami tekanan di sesi perdagangan waktu Amerika. 

“Ada banyak sentimen negatif emas pada perdagangan hari ini, terlebih tren kenaikan harga minyak mentah dunia masih berlanjut,” pungkasnya. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "IHSG Berhasil Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Terkoreksi "

Posting Komentar

Rico Waas Dorong PT KIM Perkuat Daya Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja Baru

LensaMedan - Wali Kota Medan Rico  Tri Putra Bayu Waas mendorong PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero memperkuat daya tarik investasi de...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel