BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Menguat saat IHSG Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG tak mampu melawan tekanan dan akhirnya ditutup di zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Harga minyak mentah dunia kian mengkhawatirkan.
Pada sesi perdagangan sore, harga minyak mentah ditransaksikan naik dikisaran harga US$92.2 per barel untuk jenis Brent.
Kenaikan tersebut menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, dipicu oleh rencana Iran yang akan menyerang aset AS yang di Eropa.
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas dengan potensi perang yang meluas ke negara lainnya.
Dari dalam negeri, sesuai ekspektasi Bank Indonesia tetap mempertahankan besaran bunga acuannya di level 5,75%.
Rupiah merespon kebijakan BI tersebut dengan ditutup menguat di level 17.835 per Dolar AS bersamaan dengan melemahnya imbal hasil US Treasury dan USD Index.
"Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah ditransaksikan dalam rentang harga yang relatif sempit 17.820 hingga 17.845," ujar Gunawan di Medan, Rabu (18/8/2026).
Berbeda dengan Rupiah, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah 0,86% di level 6.394,125.
IhSG ditransaksikan dalam rentang angka yang cukup lebar antara 6.373 hingga 6.490.
Sejumlah emiten besar yang turut memicu koreksi pada IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya BMRI, ASII, ANTM, BUMI hingga BRMS.
Gunawan menyebut, pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan koreksi pada mayoritas bursa saham di Asia.
"Kinerja sektor keuangan mendapatkan tekanan signifikan sejalan dengan eskalasi perang yang kian memburuk," sebutnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan stabil di level US$4.358 per ons troy, atau masih dikisaran Rp2,5 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk " BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Menguat saat IHSG Melemah "
Posting Komentar