Akhir Pekan Perdagangan, IHSG hingga Emas Kompak Menguat
LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mempertahankan kinerja positif di perdagangan akhir pekan dengan ditutup menguat 1,04% di level 6.409,654.
Penguatan HSG yang ditopang sejumlah emiten besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, INDF hingga ADRO sejalan dengan kinerja bursa saham di China seperti Shenzhen, Hangseng dan Shanghai yang juga ditutup menguat, meski masih menyisakan sejumlah mayoritas bursa saham Asia lainnya yang ditutup di zona merah.
Penguatan IHSG juga sejalan dengan penguatan yang dialami Rupiah yang sempat melemah ke level 17.920 per Dolar AS di awal sesi perdagangan, sebelum akhirnya berbalik arah dan mampu ditutup menguat di level 17.885 per Dolar AS. Padahal kinerja USD Index selama sesi perdagangan Asia relatif stabil di kisaran angka 99.9.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, data ekonomi yang tengah dinanti pelaku pasar adalah serapan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian. Diproyeksikan angkanya akan mengalami peningkatan sebanyak 80 ribuan.
Selain data itu, data tingkat pengangguran AS juga akan menjadi fokus pasar selanjutnya dimana tingkat pengangguran pada bulan Juli akan bertahan di kisaran level 4.2%.
“Dan data ini baru akan direspon pasar keuangan di Asia di awal pekan mendatang,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (7/8/2026).
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan naik ke level US$4.316 per ons troy, atau sekitar Rp2,49 juta per gram.
Harga emas dunia ditransaksikan menguat di saat pasar tengah menanti sejumlah data penting dari AS. Langkah Korea Utara yang meluncurkan rudal jarak pendek mengarah ke wilayah Jepang diduga turut memicu kenaikan harga emas dunia. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Akhir Pekan Perdagangan, IHSG hingga Emas Kompak Menguat"
Posting Komentar