Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Jadi 6%, Capital Inflow Berpeluang Jaga Stabilitas Rupiah
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan sesi pertama Selasa (21/7/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS stabil di kisaran 17.930.lensamedan-istLensaMedan - Pasar keuangan pada perdagangan Selasa (21/7/2026) tidak akan banyak dipengaruhi oleh agenda ekonomi penting.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sentimen pasar akan tertuju pada perkembangan kinerja pasar keuangan di Asia pada umumnya, ditambah fokus pelaku pasar yang tengah menanti kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia pada perdagangan besok.
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah berpeluang sideways atau mendatar selama sesi perdagangan berlangsung.
Jika Bank Indonesia nantinya menaikkan bunga acuan menjadi 6% pada perdagangan esok, maka mata uang Rupiah berpeluang mendapatkan amunisi baru untuk menjaga stabilitasnya atau bahkan melanjutkan penguatan.
Kenaikan bunga acuan akan mendorong kenaikan imbal hasil surat hutang tanah air, yang nantinya bisa mendorong aliran dana masuk (capital inflow) ke pasar obligasi maupun pasar saham.
Meskipun kenaikan bunga acuan nantinya masih akan menghadapi tantangan inflasi, dimana kenaikan inflasi akibat lompatan harga minyak mentah dunia saat ini berpeluang memicu kenaikan bunga acuan di negara lainnya.
Sehingga langkah Bank Indonesia untuk mengendalikan Rupiah belum tentu akan berjalan mulus nantinya.
"Masih ada sejumlah tantangan kedepan, dan kenaikan bunga acuan BI akan dianggap langkah pre-emptive untuk memitigasi potensi pelemahan Rupiah kedepan," ujar Gunawan di Medan, Selasa (21/7/2026).
Pada perdagangan pagi ini, kata Gunawan, IHSG mengawali perdagangan dengan dibuka menguat ke level 6.273.
Penguatan ini terjadi ditengah kinerja bursa saham Asia yang bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.
Di sisi lain mata uang Rupiah ditransaksikan stabil ke level 17.930 per Dolar AS.
"Baik IHSG dan Rupiah berpeluang bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 17.900 hingga 17.970, sementara IHSG berpeluang bergerak dalam retang 6.200 hingga 6.290," katanya.
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan relatif stabil dikisaran US$4.023 per ons troy, atau masih sekitaran Rp2,3 juta per gram.
Harga minyak yang cenderung bergerak stabil dalam rentang US$82-US$88 per barel berpeluang menciptakan kinerja pasar keuangan dengan volatlitas terbatas. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Jadi 6%, Capital Inflow Berpeluang Jaga Stabilitas Rupiah"
Posting Komentar