S&P Pertahankan Rating Indonesia, IHSG Berbalik Menguat
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,92% di level 6.037,842.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tiba-tiba menguat tajam jelang sesi penutupan perdagangan hari ini dengan ditutup menguat 1,92% di level 6.037,842, setelah mendapatkan kabar baik dari lembaga pemeringkat internasional S&P.
Pada hari ini S&P mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB/A-2 dengan outlook stabil. S&P menilai bahwa tekanan fiskal Indonesia saat ini masih bersifat sementara.
Kebijakan S&P tersebut diambil saat Rupiah tengah mengalami tekanan, ada ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi kinerja perekonomian domestik, ditambah dengan tren kenaikan suku bunga acuan yang akan menahan pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu yang menjadi pertimbangan besar S&P mempertahankan rating indonesia disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, adalah komitmen pemerintah yang akan menjaga defisit fiskal sebanyak 3% terhadap PDB.
Kabar dari S&P untuk sementara waktu ini mengabaikan ketegangan di Selat Hormuz yang sempat menekan IHSG maupun Rupiah di sesi perdagangan pagi.
Meski demikian, kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke level 18.100 per Dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung Rupiah ditransaksikan di zona merah setelah sempat melemah hingga nyaris sentuh 18.150 per Dolar AS.
“Kabar dari S&P mengurangi tekanan terhadap mata uang Rupiah, dan sempat membuat Rupiah berbalik arah meskipun tetap ditutup melemah,” ujar Gunawan di Medan, Senin (13/7/2026).
Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.061 per ons troy, atau sekitar Rp2,37 juta per gram. Harga emas masih berada dalam tekanan jelang rilis data inflasi AS. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "S&P Pertahankan Rating Indonesia, IHSG Berbalik Menguat "
Posting Komentar