Harga Minyak Dunia Kembali Naik, IHSG dan Rupiah Berbalik Melemah

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (14/7/2026), IHSG dibuka menguat meski kemudian bergerak volatile.lensamedan-ist

LensaMedan - Setelah S&P mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) tanah air dengan outlook stabil, pelaku pasar keuangan saat ini masih harus berhadapan dengan spekulasi kebijakan apa yang akan diambil AS setelah rilis data inflasi AS pada dini hari nanti.

Sehingga respon pasar keuangan domestik akan baru bisa terlihat pada perdagangan besok.

Karena data inflasi AS menjadi salah satu acuan yang paling sering digunakan untuk melihat arah kebijakan moneter The Fed kedepan.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pada sesi pembukan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan di level 6.057 setelah sempat ditutup menguat cukup meyakinkan pada perdagangan sebelumnya.

Namun IHSG berbalik arah dan sejauh ini ditransaksikan di zona merah eeiring dengan memburuknya perang, ditambah pergerakan bursa saham di Asia yang mayoritas alami pelemahan.

Pasar keuangan global masih terus dihantui oleh perang Iran dengan AS yang intensitasnya alami peningkatan belakangan ini.

Harga minyak mentah dunia kembali alami kenaikan, dimana untuk jenis minyak Brent saat ini ditransaksikan di kisaran harga US$84 per barel.

"Ditengah perang yang kian memburuk, pelaku pasar kembali dihantui rasa cemas terkait dengan prosfek kinerja sektor keuangan kedepan," ujar Gunawan di Medan, Selasa (14/7)2026).

Sementara itu mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini kembali melemah ke level 18.115 per Dolar AS.

Rupiah disebutkan Gunawan kembali mengalami tekanan sejalan dengan kenaikan USD Index di level 101,12 serta memburuknya sejumlah sentimen eksternal.

Tekanan terhadap Rupiah berpotensi berlanjut ditengah sikap pemerintah yang akan tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi.

"Terkanan fiskal akan menjadi sorotan pasar selanjutnya. Terlebih ada ancaman ekonomi eksternal yang memburuk dan nantinya memicu tekanan pada kinerja pasar keuangan di tanah air," sebutnya.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali alami tekanan dan ditransaksikan dikisaran harga US$3.996 per ons troy, atau sekitar Rp2,34 juta per gram. Harga emas memburuk disaat inflasi kembali menjadi sorotan pasar. (juli simanjuntak)

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Dunia Kembali Naik, IHSG dan Rupiah Berbalik Melemah"

Posting Komentar

Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatra kepada Investor, PGN Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis dan Konektivitas Gas Sumatra

Dua pekerja PGN berbincang di salah satu fasilitas gas yang dikelola PGN.lensamedan-ist LensaMedan - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel