Eskalasi Perang Meningkat, IHSG Rawan Koreksi sementara Rupiah Dibuka Melemah
Grafik IHSG. Pada perdagangan sesi pertama Kamis (16/7/2026), IHSG dibuka menguat di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - Eskalasi perang Iran dengan AS kian meningkat dimana kedua negara kian dekat dengan perang darat.
Harga minyak mentah sejauh ini belum begitu merespon kondisi geopolitik terkini di kawasan Timur Tengah, dengan masih berkutat dalam rentang US$80 hingga US$85 per barel sejauh ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, tensi geopolitik yang memburuk saat ini membuat pasar keuangan tidak begitu merespon kinerja ekonomi yang seharusnya menjadi sentimen positif bagi IHSG dan Rupiah.
Pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.056.
"Penguatan IHSG ini sedikit berbeda dengan bursa saham di Asia kebanyakan yang justru ditransaksikan melemah," ujar Gunawan di Medan, Kamis (16/7/2026).
Sementara itu kinerja mata uang Rupiah di sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah tipis ke level 18.070 per Dollar AS.
Dengan pergerakan Rupiah yang sedikit mengalami tekanan, ditambah bursa saham di Asia yang relatif mengalami tekanan, Gunawan menilai IHSG masih berpeluang untuk kembali terkoreksi.
Ditengah minimnya sentuimen pasar saat ini, IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 6.000 hingga 6.080.
Sementara mata uang Rupiah, pada dasarnya memiliki ruang untuk menguat seiring dengan memburuknya kinerja USD Index ke level 100,5.
Namun kondisi global yang tidak menentu di Selat Hormuz, bisa saja mendorong Rupiah untuk berada di zona merah.
"Pada hari ini Rupiah diproyeksikan akan ditransaksikan dalam rentang 18.030 hingga 18.090 per Dolar AS," sebutnya.
Tekanan pada pasar keuangan diproyeksikan akan berlanjut seandainya tensi geopolitik kian memanas.
Terlebih jika rilis data ekonomi penting AS yang dirilis nanti malam justru memberikan gambaran kemungkinan kebijakan Bank Sentral yang bernada hawkish.
Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat di level US$4.059 per ons troy, atau sekitar Rp2,37 per gram.
Penguatan harga emas saat ini terdorong oleh sentimen teknikal atau technical rebound. Emas kerap berbalik arah saat harga emas menyentuh US$4.000 per ons troy. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Eskalasi Perang Meningkat, IHSG Rawan Koreksi sementara Rupiah Dibuka Melemah"
Posting Komentar